Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kontroversi Sengketa Dosen dan Yayasan STIE Karya: Klarifikasi Nik Deki atas Pemberitaan Media

  • Bagikan
IMG 20250610 142044
Nik Deki, Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STIE Karya Ruteng. (foto : isth).

RUTENG, NTTNEWS.NET – Sengketa antara Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Karya dengan salah seorang dosen bernama Lusian Moa saat ini tengah bergulir dan menjadi perhatian publik.

Persoalan ini bahkan telah melalui proses mediasi tripartit oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Manggarai sebanyak tiga kali.

Dalam proses mediasi tersebut, pihak Yayasan belum dapat hadir secara langsung. Oleh karena itu, Nik Deki—yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STIE Karya Ruteng—ditunjuk secara resmi untuk mewakili Yayasan dan kampus melalui surat kuasa.

“Karena Yayasan belum bisa hadir, saya mendapat surat kuasa dari Yayasan untuk mewakili Yayasan dan kampus. Surat kuasa itu menjadi legal standing saya dalam memberikan pendapat,” jelas Nik Deki, pada Senin malam (9/6).

Baca Juga :  Berantas Judi Online, Propam Polres Manggarai Barat Geledah Ponsel Personel

Sebagai penerima kuasa, Nik Deki menghadiri mediasi dan juga menanggapi berbagai pemberitaan media terkait kasus ini.

Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan klarifikasi, namun tidak seluruh klarifikasinya dimuat secara utuh oleh media.

“Saya membuat klarifikasi atas pemberitaan yang cenderung menyudutkan Yayasan dan kampus. Sayangnya, beberapa klarifikasi kami tidak dimuat utuh oleh media yang kami tanggapi,” ungkapnya.

Nik Deki menekankan pentingnya prinsip jurnalisme yang berimbang dan tidak memihak.

Ia menilai sejumlah pemberitaan—khususnya dari media daring obortimur.com—tidak memenuhi prinsip tersebut.

Baca Juga :  Tolak Kuota 1.000 Wisatawan ke TNK, Ketua AWSTAR Peringatkan Anggota

“Saya menilai berita yang ditulis oleh obortimur.com cenderung memihak. Saya sering berkomunikasi dengan wartawan media tersebut dan bahkan mengoreksi berita yang keliru. Misalnya, dalam berita bertanggal 4 Juni 2025, disebutkan bahwa saya ‘mengklaim’ diri sebagai pihak yang bertanggung jawab. Saya sudah mengoreksi bahwa saya berbicara berdasarkan surat kuasa, bukan klaim pribadi,” katanya.

Puncak kekesalan Nik Deki muncul setelah media yang sama memuat berita dengan judul yang ia nilai menyerang secara pribadi: “Bongkar Kebohongan Nik Deki! Fakta Tersembunyi Sengketa Dosen STIE Karya Ruteng” yang tayang pada Senin, 9 Juni 2025.

  • Bagikan