Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kontroversi Sengketa Dosen dan Yayasan STIE Karya: Klarifikasi Nik Deki atas Pemberitaan Media

  • Bagikan
IMG 20250610 142044
Nik Deki, Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STIE Karya Ruteng. (foto : isth).

“Pertanyaan saya, mana pernyataan saya yang bohong? Kenapa berita tersebut menyerang privasi saya? Saya ingin wartawan yang menulis mempertanggungjawabkan judul tersebut,” tegasnya.

Nik Deki menilai, seandainya judul berita itu tidak mencantumkan namanya secara langsung, persoalannya mungkin akan berbeda.

“Judul itu sangat vulgar dan tidak menjaga privasi. Saya mewakili institusi, jadi penyebutannya seharusnya juga mewakili institusi. Penyebutan nama pribadi dalam konteks ini sangat merugikan saya, keluarga, dan lembaga,” jelasnya.

Merasa perlu melakukan klarifikasi langsung, Nik Deki mencoba menghubungi wartawan bersangkutan. Namun karena tidak ada tanggapan, ia kemudian mengontak pimpinan redaksi obortimur.com, Ady Jaya.

Baca Juga :  Bupati Edi Tancap Gas Sukseskan MBG: Inovasi Digital hingga Jaminan Halal Jadi Andalan Mabar

Dalam komunikasi itu, disepakati bahwa pertemuan akan dilakukan di Polres pada Selasa, 10 Juni 2025 pukul 08.00 WITA.

“Saya sempat ditanya apakah saya mengancam. Saya tegaskan tidak ada ancaman. Justru saya bertanya di mana kita bisa bertemu untuk membahas ini, dan Ady Jaya sendiri yang menentukan tempatnya,” ujar Nik Deki.

Ia mengaku terkejut ketika muncul berita baru yang menyebut dirinya melakukan ancaman, padahal pertemuan telah disepakati sebelumnya.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

“Saya benar-benar kaget saat berita tentang ‘ancaman’ itu muncul, padahal sudah ada kesepakatan untuk bertemu. Ini sangat disayangkan, karena seharusnya pertemuan itu menjadi ruang untuk mencari solusi,” katanya.

Nik Deki berharap, pertemuan di Polres menjadi langkah konstruktif untuk meredakan ketegangan dan menyelesaikan persoalan secara dewasa dan bermartabat.

“Kita harus bijak menyelesaikan persoalan. Saya berharap pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk mendapatkan solusi terbaik, tanpa merugikan atau mencemarkan nama baik siapa pun,” pungkasnya. **

  • Bagikan