Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak salah memahami sumber data tersebut.
“Misalnya, ada masyarakat yang melakukan rekapitulasi secara mandiri menggunakan data C1 dari aplikasi KPU, itu sah-sah saja. Tapi jangan sampai ada klaim yang salah, misalnya menyebut bahwa selisih data 2% atau 3% itu berasal dari KPU. Yang dilakukan masyarakat itu adalah rekapitulasi mandiri, bukan data resmi dari kami,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ferdiano menambahkan, “Sampai hari ini, KPU masih berhati-hati dalam menyampaikan informasi karena proses rekapitulasi masih berjalan. Kami tidak ingin muncul anggapan yang salah, seperti klaim pasangan calon tertentu menang atau kalah sebelum hasil resmi diumumkan.”
Menanggapi isu yang beredar bahwa data KPU adalah hoaks, Ferdiano menegaskan kembali bahwa pihaknya bekerja sesuai aturan dan menjaga kredibilitas data.
“Jika ada anggapan masyarakat bahwa data yang diunggah oleh KPU adalah hoaks, itu tidak benar. Data C1 yang kami unggah adalah asli dan menjadi acuan resmi untuk rekapitulasi lebih lanjut. Kami minta masyarakat lebih bijak dalam memahami informasi yang beredar di media sosial,” tegasnya.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa data resmi hanya bersumber dari aplikasi KPU dan segala informasi di luar itu perlu diverifikasi lebih lanjut. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









