Kegiatan FGD ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan seperti kepala sekolah TK, SD, SMP, para pengawas sekolah, praktisi pendidikan, serta anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat.
“Anggota DPRD juga kami undang agar mereka tahu bahwa kita sedang menyusun peta jalan ini. Menurut informasi yang kami terima, Manggarai Barat adalah kabupaten pertama yang mulai menginisiasi langkah semacam ini,” ujarnya.
Yohanes menilai bahwa dari sisi pemaparan, hasil kajian awal yang dipresentasikan oleh tim akademisi sudah sangat bagus. Namun ia menekankan bahwa tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mengimplementasikan peta jalan tersebut secara konkret di lapangan.
“Paparan ilmiahnya sangat bagus. Tapi ini akan lebih luar biasa kalau bisa diimplementasikan. Karena itu, kami juga akan libatkan Komisi Pendidikan DPRD agar perencanaan ini berjalan beriringan dengan kebijakan politik dan anggaran,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Yohanes menyampaikan harapan besarnya terhadap para guru di Manggarai Barat.
“Saya berharap kepada seluruh guru, mari kita menjadi penggerak utama dalam perubahan pendidikan di daerah ini. Kita punya cita-cita besar, menyongsong prioritas pembangunan pendidikan menuju 2045. Kita sadar bahwa peradaban sangat bergantung pada kualitas pendidikan,” tutup Yohanes Hani.
Penyusunan Peta Jalan Pendidikan ini diharapkan menjadi dokumen strategis dan visioner untuk mewujudkan pendidikan Manggarai Barat yang lebih berkualitas, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









