Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Memalukan! AR Warga Boleng dan RS Warga Reo Diringkus Tim Resmob Komodo

  • Bagikan
IMG 20241207 122904
Tim Reserse Mobile (Resmob) Komodo Satreskrim Polres Manggarai Barat mengamankan dua pelaku pencurian mesin tempel speed boat di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (foto : isth).

Lanjut Kasat Reskrim, pelaku pencurian ini terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan polisi dengan nomor : LP/B/153/X/2024/SPKT/Polres Manggarai Barat/Polda NTT tanggal 12 Oktober 2024.

“Setelah menerima laporan korban, Tim Resmob Komodo langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya, para pelaku teridentifikasi setelah satu bulan diselidiki dan langsung diamankan petugas,” tutur Alumni Akpol angkatan 2015 itu.

Para pelaku telah diserahkan ke Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Manggarai Barat untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

“Kini Santos dan Rey telah ditetapkan sebagai tersangka dan sementara mendekam dibalik sel rumah tahanan Polres Manggarai Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Menteri Agama Serahkan Bantuan Rp3 Miliar untuk Korban Gempa Flores, Tekankan Persaudaraan dan Toleransi Antarumat Beragama

Lebih lanjut, dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan empat unit mesin tempel speed boat dengan rincian satu unit mesin merk Yamaha 40 PK, dua unit mesin merk Yamaha 15 PK, dan satu unit mesin merk Suzuki 15 PK beserta tiga buah tangki bahan bakar Speed Boat.

“Pasal pidana yang digunakan untuk menjerat kedua tersangka dalam kasus ini adalah Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” sebut Alumni Akpol angkatan 2015 itu.

Baca Juga :  Ketua PSSI Manggarai Barat dan Panitia Tegaskan Kekerasan Terhadap Wasit Tak Dibenarkan, Lanjutkan Proses Hukum!

Atas maraknya peristiwa pencurian mesin tempel ini, polisi mengimbau agar pemilik speed boat senantiasa berhati-hati dan waspada dalam menjaga barang miliknya.

Pasalnya, kejahatan tidak hanya terjadi karena niat pelaku, namun juga karena ada kesempatan.

“Apalagi kejahatan terjadi karena niat pelaku dan juga keadaan. Untuk itu, bagi pelaku jasa kapal wisata agar lebih berhati-hati dan menjaga speed boatnya khususnya saat ditambatkan di dermaga ataupun di lokasi lainnya,” imbauanya. **

  • Bagikan