Lebih lanjut, Daniel menilai bahwa pernyataan Bupati yang menyebut PMKRI menyebarkan hoax adalah ngawur dan tidak berdasar.
Ia menilai klarifikasi yang disampaikan Bupati tidak sesuai dengan isi video yang beredar luas di Facebook, WhatsApp Group, dan media lainnya.
“Kalau disaksikan secara jeli, kita akan tahu isi pernyataan yang disampaikan Bupati Benediktus saat memberikan keterangan pers. Itu akibat dari kebiasaan menyepelekan akurasi data, sehingga argumentasi yang dilontarkan tidak valid dan tidak otentik,” ujar pria asal Sorong, Papua itu.
Daniel juga menilai bahwa klarifikasi Bupati hanyalah bentuk pembelaan diri.
“Di video ngomong satu hal, tapi di klarifikasi ngomong hal lain. Ini kan membingungkan publik,” katanya.
Ia pun menyarankan agar Bupati Benediktus lebih berhati-hati dan teliti dalam memberikan pernyataan publik.
“Sebelum memberikan klarifikasi, sebaiknya Bupati menyimak baik-baik isi videonya sendiri yang sudah viral. Sebagai kepala daerah, Bupati harus menjaga ucapannya. Masa sih Bupati tidak paham pernyataannya sendiri? Aneh, Bupati Benediktus,” tutup Daniel menohok. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









