Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menolak Pilih Paslon 01 Berujung Sawah Dirampas, Masyarakat Orong Lapor ke Polisi

  • Bagikan
IMG 20241209 205838
Lahan pertanian sawah yang terletak di Marang, Desa Wewa, Kecamatan Welak. (foto : isth).

5. Kepala Desa Wewa dan Kepala Desa Orong

6. Kepala Danramil 1612 Lembor

Mereka berharap agar laporan ini segera diproses, mengingat pentingnya lahan tersebut bagi keberlangsungan hidup mereka.

“Kami sudah bekerja keras membersihkan dan membajak sawah ini untuk musim tanam. Namun, mereka langsung mengambil alih tanpa izin. Kami merasa tindakan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga tidak manusiawi,” tutup Yosep penuh harap.

Diberitakan media ini sebelumnya, bahwa menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024, yang hanya tersisa tiga hari lagi, situasi di Desa Wewa, Kecamatan Welak memanas.

SL, Kepala Desa Wewa, diduga melakukan pengancaman terhadap warga masyarakat Orong, Desa Orong agar memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Mario Pranda dan Richard Sontani (MP-RS) nomor urut 01.

Sejumlah warga, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa mereka merasa tertekan oleh ancaman ini.

“Kami diancam bahwa jika tidak memilih pasangan MP-RS, tanah sawah yang kami kerjakan selama ini akan diambil kembali,” ujar salah satu warga kepada media ini pada Minggu siang (24/11).

Baca Juga :  Belasan Kepala OPD Manggarai Barat Jalani Gladi Bersih Jelang Pelantikan

Bukan hanya SL, seorang anggota tim pemenangan MP-RS berinisial DJ juga diduga melakukan hal serupa.

Menurut kesaksian warga, DJ menyampaikan ancaman kepada masyarakat untuk memilih pasangan MP-RS dengan dalih serupa, yakni pengambilan kembali tanah sawah yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

“Kami merasa takut karena ini seperti tekanan langsung kepada kami untuk memilih pasangan tertentu. Tanah sawah itu adalah penghidupan utama kami. Ancaman ini sangat membuat kami resah,” ujar warga lain yang juga meminta agar namanya dirahasiakan.

Kejadian serupa dilaporkan terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 WITA, ketika SL, kepala desa berinisial SR, melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga di Desa Orong.

Dalam kunjungan tersebut, ia secara terang-terangan meminta warga untuk mendukung pasangan calon nomor urut 01, MP-RS.

“Beliau dengan jelas mengatakan bahwa semua yang memiliki tanah di irigasi Marang dan Watu Tewuk wajib memilih paslon 01. Jika tidak, tanah mereka akan diambil kembali,” ungkap seorang warga.

Kehadiran kepala desa dengan maksud mendukung salah satu pasangan calon menuai protes dari warga.

Baca Juga :  LC Asal Karawang Meninggal di THM Labuan Bajo, “LE DUPAR” Tanpa Tanda Kedukaan

“Kami sebagai wajib pilih merasa sangat terganggu. Kehadiran Pak Kades membuat kami merasa tertekan. Kami dipaksa untuk mendukung salah satu paslon, sementara hati nurani kami sebenarnya ingin mendukung paket Edi-Weng 02,” keluh warga.

Warga yang menjadi sasaran intimidasi ini merasa bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip demokrasi yang harusnya bebas, rahasia, dan damai.

“Kami mohon kepada pihak berwenang Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawal jalannya pesta demokrasi ini agar berjalan dengan baik dan damai. Kami juga berharap Pak Kades Wewa tidak lagi berkeliaran di wilayah kerja desa lain karena sangat mengganggu,” pinta mereka.

Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan ini demi menjaga netralitas dan kelancaran proses Pilkada di daerah tersebut.

“Kami hanya ingin Pilkada ini berjalan dengan adil, tanpa intimidasi dan tekanan,” tegas seorang warga.

Hingga berita ini diterbitkan, SL dan DJ telah dihubungi oleh media melalui pesan WhatsApp pada Minggu malam (24/11/2024). Namun, pesan konfirmasi tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari keduanya. **

  • Bagikan