Sementara itu, tokoh muda seperti Ipi Seli Seng menyoroti pentingnya pembangunan politik berbasis data dan kaderisasi berkelanjutan.
“Kalau kita ingin menang elegan di 2029, kita harus mulai hari ini dengan penguatan internal. Rakernas adalah batu loncatan, bukan panggung pencitraan,” katanya lugas.
Kehadiran tokoh-tokoh NasDem NTT seperti Alex Ofong, Kristien Samiyati Pati, Deni Padabang, hingga para kepala daerah dari berbagai kabupaten di NTT, menambah bobot strategis delegasi dari provinsi tersebut.
Harapannya, mereka tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memperjuangkan agenda-agenda strategis seperti pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan dan kesehatan yang merata, serta perlindungan terhadap migran dan pengelolaan sumber daya alam yang adil.
“Kita harus berani bertanya: Apakah partai sudah benar-benar menjadi alat perjuangan rakyat, atau hanya kendaraan elektoral belaka?” ucap salah satu anggota fraksi NasDem di DPRD NTT yang enggan disebutkan namanya.
Namun demikian, publik tetap akan menilai partai bukan dari megahnya forum Rakernas, melainkan dari kinerja nyata para kader di lapangan.
“Rakyat tidak tertarik dengan jargon. Mereka ingin pelayanan yang cepat, transparan, dan solutif. Itu tugas kami sepulang dari Makassar,” ujar Edistasius Endi menutup pernyataannya.
Rakernas Partai NasDem 2025 ini akan menjadi tonggak penting dalam arah baru politik nasional. Dari Makassar, suara timur seperti dari NTT diharapkan bisa bergema lebih kuat, bukan hanya untuk partai, tapi untuk masa depan demokrasi Indonesia yang lebih adil dan inklusif. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









