LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi saksi munculnya skandal serius ketika Lorens Logam, seorang aktivis dan Ketua Pemantau Keuangan Negara Manggarai Barat (PKN Mabar), menggulirkan tuntutan keras kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.
Desakan ini terkait dugaan rangkap jabatan oleh Panwascam Macang Pacar dan beberapa anggota Sekretariatnya, yang diduga merangkap jabatan sebagai Guru Honorer, Perangkat Desa, dan TPK Desa.
Lorens menyoroti kecanggungan Bawaslu Mabar dalam proses rekrutmen, menyatakan, “Bawaslu Mabar sepertinya kecolongan dalam proses perekrutan dan harus diberi sanksi tegas bahkan sampai pemberhentian.”
Ketegangan semakin meningkat menjelang Pemilu, dan Lorens menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat.
Penting untuk dicatat bahwa 2 Panwascam dan 3 anggota Sekretariat di Kecamatan Macang Pacar diduga merangkap jabatan aktif.
Lorens mengecam praktik ini sebagai pelanggaran hukum dan mengungkap bahwa ke lima individu ini menerima gaji ganda dari sumber Dana BOSDA dan Dana Desa, yang bersumber dari APBN.
Identitas kelima penyelenggara tersebut diungkap oleh Lorens, dengan menyoroti konflik kepentingan yang dapat merugikan peserta didik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









