Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Panwascam Macang Pacar dan Anggotanya Diduga Rangkap Jabatan, Ketua Bawaslu Mabar Bungkam

  • Bagikan
Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi saksi munculnya skandal serius ketika Lorens Logam, seorang aktivis dan Ketua Pemantau Keuangan Negara Manggarai Barat (PKN Mabar), menggulirkan tuntutan keras kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat.
(foto: ilustrasi).

“Siswa menjadi korban ketertinggalan materi pelajaran karena gurunya lebih sibuk mengurus pengawasan pemilu,” tandasnya.

Di samping pelanggaran hukum, Lorens menganggap kasus ini sebagai pelanggaran terhadap asas-asas pemilu dan prinsip-prinsip penyelenggara pemilu, yang melibatkan mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, efektif, dan efisien.

Lorens mengklaim mendapatkan informasi terkait dugaan pelanggaran ini dari masyarakat, termasuk keluhan dari beberapa orang tua murid yang merasa dirugikan.

Baca Juga :  Liburan Berakhir Duka, Pasutri Wisatawan China Meregang Nyawa di Pulau Kelor, Polisi Bidik Dugaan Kelalaian

“Saya kasihan, siswanya jadi korban ketertinggalan materi pelajaran di sekolahnya karena gurunya lebih sibuk dalam mengurus pengawasan pemilu,” ucap Lorens.

Ancaman lebih lanjut muncul ketika Lorens menyatakan niatnya untuk melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bawaslu dan melaporkan masalah ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP-RI) di Jakarta jika tidak ada tindakan segera.

Baca Juga :  Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian

Hingga berita ini diterbitkan, media NTTNews.net telah mengkonfirmasi kepada Ketua Bawaslu Mabar, Maria M.S. Seriang, melalui WhatsApp pada Selasa (26/12) malam, tidak memberikan jawaban. **

  • Bagikan