“Saya siap urus semua biaya pak. Saya tidak kemana-mana, saya selalu di sini. Saya bertanggung jawab,” ujarnya dengan tekad yang meyakinkan.
Bahkan, Fendy menyatakan kesiapannya untuk pergi ke Bali jika korban perlu dirujuk untuk operasi.
Peristiwa tragis ini berawal ketika Fendy mencoba memburu tikus di rumahnya menggunakan senapan angin. Sayangnya, peluru yang seharusnya ditujukan untuk tikus itu malah memantul dan mengenai Okta yang berdiri di parkiran toko.
Ermin, saksi mata dan rekan korban, memberikan gambaran detik-detik ketika Okta tiba-tiba terkena tembakan.
“Kami sudah diparkiran pas mau pulang. Saya sudah dimotor. Tiba-tiba ada darah yang keluar,” Ujar Ermin.
Meskipun awalnya suami korban, Tomo, berencana melaporkan kejadian ini ke polisi, sikap tanggung jawab Fendy membuatnya mengurungkan niat.
Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan membuat surat kesepakatan damai di Polres Mabar.
Surat pernyataan damai ini tidak hanya mencakup denda adat, tapi juga komitmen Fendy untuk menanggung biaya rumah sakit, mendampingi korban selama proses pemulihan, dan bertanggung jawab atas kemungkinan buruk yang mungkin dialami korban.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









