Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi dari Pemda Flotim Amburadul

  • Bagikan
Nasib lebih dari 1.700 warga yang terdampak bencana erupsi Gunung Api Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur kini terasa tidak menentu. Mereka yang mengungsi di posko Konga harus menghadapi dilema antara kembali ke rumah di zona merah atau tetap berada di posko pengungsian.
Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi dari Pemda Flotim Amburadul. (foto : isth).

“Ama saya sedang sibuk, nanti konfirmasi ke Kadis Kominfo atau Pak Sekda saja,” ujarnya singkat pada Sabtu, (27/01/2024).

Selama sekitar satu bulan masa tanggap darurat, Pemda Flotim terlihat hanya mengandalkan bantuan dari pihak ketiga seperti Kemensos dan sumbangan dari masyarakat yang prihatin dengan kondisi para warga terdampak.

Meskipun ada Biaya Tak Terduga (BTT) senilai Rp 1,5 miliar dan dana Rp 400 juta dari BNPB, serta donasi dana dari pihak ketiga melalui rekening bupati Flores Timur, jumlahnya belum dapat dicairkan karena persyaratan dokumen pendukung yang belum jelas.

Baca Juga :  Dana Desa Menipis, Siprianus Andalkan Jaringan Politik dan Janji Transparansi untuk Wewa Bangkit Lebih Sejahtera

“Dana itu tidak sembarang dicairkan, harus ada dokumen pendukung yang jelas agar terhindar dari jeratan hukum,” ungkap sumber terpercaya dari Pemda Flotim. ** (ELL)

  • Bagikan