Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pencurian Ternak Mengguncang Desa Lai Hau, Sumba Timur

  • Bagikan
Pencurian Ternak Mengguncang Desa Lai Hau, Sumba Timur
(foto : ilustrasi pencuri sapi)

Dalam tuntutannya kepada media, Joni mendesak agar kepolisian terus memperjuangkan pengungkapan kasus pencurian ternak di Kecamatan Lewa Tidahu.

Selain itu, ia meminta pemerintah setempat untuk mengaktifkan kembali Poskamling di masing-masing desa sebagai langkah pencegahan.

“Kasus kehilangan ternak ini membutuhkan perhatian bersama, karena dampaknya sangat merugikan bagi warga. Kepada pemerintah setempat, saya berharap agar Poskamling diaktifkan kembali untuk menjaga daerah kita dari aksi kejahatan,” paparnya dengan tegas.

Baca Juga :  Kadinkes Mabar Bantah Ada Kegiatan Yang Menginapkan Staf Puskesmas, Pengakuan Bidan F Dipertanyakan

Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani peternak, termasuk Demus Ndjuku Tanda, seorang warga setempat.

Ia menyuarakan kegelisahannya terhadap serentetan pencurian ternak yang terus merajalela.

“Sekitar delapan ekor ternak, termasuk sapi, kuda, dan kerbau, hilang dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, hingga kini, pelaku pencurian belum teridentifikasi. Ini membuat kami, sebagai petani peternak, merasa sangat resah,” tandasnya dengan nada kegeraman.

Baca Juga :  Geger! Kades di Labuan Bajo Diduga Digerebek Bersama Istri Stafnya di Kamar Kos, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Sumba Timur sedang berupaya dikonfirmasih. **

  • Bagikan