Dalam tuntutannya kepada media, Joni mendesak agar kepolisian terus memperjuangkan pengungkapan kasus pencurian ternak di Kecamatan Lewa Tidahu.
Selain itu, ia meminta pemerintah setempat untuk mengaktifkan kembali Poskamling di masing-masing desa sebagai langkah pencegahan.
“Kasus kehilangan ternak ini membutuhkan perhatian bersama, karena dampaknya sangat merugikan bagi warga. Kepada pemerintah setempat, saya berharap agar Poskamling diaktifkan kembali untuk menjaga daerah kita dari aksi kejahatan,” paparnya dengan tegas.
Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani peternak, termasuk Demus Ndjuku Tanda, seorang warga setempat.
Ia menyuarakan kegelisahannya terhadap serentetan pencurian ternak yang terus merajalela.
“Sekitar delapan ekor ternak, termasuk sapi, kuda, dan kerbau, hilang dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, hingga kini, pelaku pencurian belum teridentifikasi. Ini membuat kami, sebagai petani peternak, merasa sangat resah,” tandasnya dengan nada kegeraman.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Sumba Timur sedang berupaya dikonfirmasih. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









