RUTENG, NTTNEWS.NET – Hari Sabtu, 21 Juni 2025 menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Persatuan Mahasiswa Kolang (PMK) Ruteng. Dalam suasana semarak namun sarat makna, PMK secara resmi melantik pengurus baru periode 2025–2026 dan menggelar seminar bertema “Peran Pemuda Persatuan Mahasiswa Kolang untuk Membangun Daerah: Suara Kita untuk Masa Depan”.
Kegiatan yang berlangsung di Aula STIKES Unika Santu Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihadiri sekitar 200 mahasiswa aktif, pembina organisasi, serta para tokoh penting dari Manggarai Barat.
Tiga narasumber utama hadir memberikan materi dan motivasi inspiratif, yakni Benediktus Nurdin, S.T. (Ketua DPRD Manggarai Barat), Rikardus Jani, S.Pd. (Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat), dan Fransiskus Karsianus Kun (Ketua Fraksi PKB DPRD Mabar).
Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, tampil dengan gaya lugas dan penuh semangat. Ia mengajak mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi pelaku perubahan nyata di desa asal.
“Kolang tidak butuh penonton, Kolang butuh pelopor. Mahasiswa jangan hanya sibuk di seminar, diskusi, atau media sosial. Turunlah ke masyarakat, jadilah jembatan antara gagasan dan aksi nyata,” tegas Benediktus dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dan katalisator perubahan sosial, ekonomi, dan politik di desa.
“PMK harus menjadi motor perubahan. Kalian bukan pelengkap statistik, tapi agen yang bisa menggerakkan roda pembangunan dari akar,” tambahnya.
Dalam pelantikan tersebut, Anisitus Dewate dikukuhkan sebagai Ketua Umum PMK Ruteng periode 2025–2026, didampingi Luksianus Santu sebagai Wakil Ketua. Keduanya mewakili semangat baru dalam gerakan mahasiswa Kolang.
Dalam pidatonya, Anisitus menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan untuk membangun sinergi nyata antara mahasiswa dan kampung halaman.
“Kami datang ke Ruteng untuk belajar, dan kami ingin kembali untuk memberi. PMK bukan sekadar nama, tapi panggilan hati. Kami ingin organisasi ini aktif sepanjang tahun, bukan hanya saat pelantikan,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Mabar, Rikardus Jani, turut menyampaikan pandangan tajam tentang peran pemuda dalam demokrasi desa.
“Saya ingin mahasiswa Kolang berani bicara di forum-forum desa. Jangan diam saat ada persoalan. Pemerintah butuh pengingat. Kalian harus jadi warga yang bertanggung jawab, bukan hanya pemburu gelar,” ucapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









