Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

PLN Flores Bagian Barat Tegaskan Komitmen Dengarkan Pelanggan: “Flores Bangkit, Senyum Pelanggan, Energi untuk Negeri”

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261006 WA0217
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pelayanan dan membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan pelanggan. (foto : Dok. Isth).

“Forum ini harus menjadi ruang untuk membangun sinergi dan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat dan seluruh jajaran PLN. Harapan kita, pertemuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa Customer Gathering merupakan bagian dari upaya PLN membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

Ia menekankan bahwa forum tersebut tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial.

“Customer Gathering ini bukan hanya sebuah pertemuan biasa. Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperkuat hubungan dan komunikasi secara langsung dengan pelanggan,” ujarnya.

Eko bahkan mendorong jajaran PLN agar tidak hanya menunggu pelanggan menyampaikan keluhan.

“Harapan kami bukan hanya sekadar mendengar keluhan, tetapi bagaimana PLN mampu membaca kebutuhan pelanggan dan memberikan pelayanan sebelum pelanggan menyampaikan permintaan,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PLN ingin mengubah pola pelayanan dari sekadar merespons persoalan menjadi pelayanan yang lebih proaktif.

Menurut Eko, seluruh jajaran PLN harus memahami bahwa tugas utama mereka adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selalu saya tekankan kepada teman-teman, kita ini adalah pelayan. Apa pun yang kita lakukan harus berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat, sepanjang sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pelanggan bukan sekadar penerima layanan, melainkan sumber informasi penting bagi PLN dalam membaca perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

“Pelanggan bukan hanya objek pelayanan. Dari pelanggan kita bisa mengetahui kebutuhan ekonomi, kebutuhan usaha, kebutuhan masyarakat, dan kebutuhan pembangunan yang harus kita dukung,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pilkades Bangka Lewat di Ujung Tanduk, Selisih 2 Suara Digugat!

Dalam sambutannya, Eko juga menyinggung pengalaman PLN ketika menangani gangguan kelistrikan yang terjadi sebelumnya.

Menurutnya, proses pemulihan jaringan tidak hanya membutuhkan kerja keras petugas PLN, tetapi juga dukungan dari pemerintah daerah, TNI, Polri dan berbagai stakeholder lainnya.

Ia mengapresiasi petugas PLN yang bekerja langsung di lapangan untuk mempercepat pemulihan jaringan.

“Pada saat terjadi gangguan, kami langsung menyadari bahwa listrik merupakan kebutuhan utama yang harus segera dipulihkan. Karena itu, teman-teman bekerja keras untuk mempercepat pemulihan,” katanya.

Eko menjelaskan, dalam waktu sekitar 16 jam, PLN berhasil memulihkan sebagian besar jaringan yang terdampak.

“Kami mulai bekerja sekitar pukul 08.00 sampai malam hari. Dalam waktu sekitar 16 jam, kurang lebih 80 sampai 96 persen jaringan sudah berhasil dipulihkan. Ini bukan untuk membanggakan diri, tetapi menunjukkan adanya inisiatif dan pengorbanan teman-teman di lapangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap hingga wilayah terdampak kembali mendapatkan pasokan listrik.

“Memang masih ada rumah atau wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan. Tetapi secara bertahap kita terus melakukan perbaikan dan pemulihan,” jelasnya.

Pengalaman tersebut, lanjut Eko, menjadi evaluasi penting bagi PLN untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai gangguan di masa mendatang.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kami. Ke depan kita harus semakin siap, semakin cepat merespons, dan semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Customer Gathering PLN UP3 Flores Bagian Barat tersebut menjadi momentum penting di tengah meningkatnya kebutuhan energi listrik di wilayah Flores.

Baca Juga :  Tumbangkan Petahana! Rinus Raih 388 Suara dan Pimpin Tondong Belang 2026-2034

Pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, restoran, UMKM, investasi, hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat membutuhkan dukungan energi listrik yang tidak hanya tersedia, tetapi juga andal dan berkelanjutan.

Di Kabupaten Manggarai Barat, kebutuhan tersebut semakin terasa seiring dengan berkembangnya Labuan Bajo sebagai salah satu pusat pariwisata dan ekonomi di NTT.

Karena itu, sinergi antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha dan seluruh stakeholder menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan energi mampu mengikuti laju pembangunan.

Forum Customer Gathering pun diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih terbuka, sehingga setiap masukan pelanggan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

PLN UP3 Flores Bagian Barat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan pelanggan, meningkatkan keandalan pasokan listrik, serta memperkuat respons terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Sebab, di tengah geliat pembangunan Flores, energi listrik bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga. Listrik telah menjadi salah satu fondasi penting bagi bergeraknya roda ekonomi, tumbuhnya investasi, berkembangnya pariwisata, dan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Karena itu, semangat “Flores Bangkit, Senyum Pelanggan, Energi untuk Negeri” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan.

Semangat tersebut harus diterjemahkan dalam pelayanan nyata: listrik yang semakin andal, respons yang semakin cepat, komunikasi yang semakin terbuka, serta pelayanan yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan pelanggan. **

  • Bagikan