“Seharusnya Bupati mampu menterjemahkan maksud Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dalam menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat (SR) di seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Ende,” jelasnya.
Daniel juga menekankan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan adalah dua aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
“Untuk menunjang pendidikan, Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi dapurnya, sedangkan Sekolah Rakyat (SR) adalah wadah yang memperkuat kualitas pendidikan. Kalau Bupati Ende benar-benar memahami itu, tentu tidak akan bicara seperti orang yang tak tahu arah kebijakan nasional,” tuturnya.
Ia menilai, pernyataan Bupati Ende tersebut juga terkesan melecehkan kondisi anak-anak kurang mampu di Kabupaten Ende yang masih sulit mengakses pendidikan dan layanan kesehatan.
“Saya ingatkan Bupati Ende, masih banyak anak-anak di pelosok yang belum mendapat pendidikan yang layak. Masih banyak masyarakat di kabupaten ini yang kesulitan mendapat pelayanan kesehatan yang adil,” tegas Daniel, putra asal Kota Sorong, Papua.
Di akhir pernyataannya, Daniel mengingatkan agar Bupati Ende lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan publik.
“Saya hanya ingin mengatakan, Bupati Ende sebaiknya berusahalah untuk ngomong yang penting, jangan yang penting ngomong,” tutup Daniel Turot, Ketua PMKRI Cabang Ende Santo Yohanes Don Bosco. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









