LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Manggarai Barat, Rafael Guntur, S.E, menegaskan bahwa program Keluarga Berencana (KB) terus mengalami peningkatan setiap tahun seiring kemajuan zaman dan perluasan edukasi kepada masyarakat.
“Program KB kita dari tahun ke tahun terus meningkat. Setiap awal tahun kami selalu menetapkan target, terutama untuk dua jenis pelayanan, yaitu metode jangka panjang seperti implan dan IUD, serta metode jangka pendek seperti pil, suntik, dan kondom untuk laki-laki,” ujar Rafael di ruang kerjanya pada Kamis (11/12).
Ia menjelaskan bahwa KB bukan hanya soal pengendalian kelahiran, namun juga pembangunan keluarga secara menyeluruh.
“Program kami bukan hanya fokus pada KB, tetapi lebih luas yaitu peningkatan kualitas manusia. Itu kami lakukan lewat edukasi berkelanjutan mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita hingga lansia,” tambahnya.
Menurut Rafael, edukasi gizi dan kesehatan menjadi poin penting dalam mewujudkan generasi berkualitas.
“Sering kami tekankan, 1000 hari pertama kehidupan itu sangat menentukan. Di dalam rahim ada 270 hari, di luar ada 730 hari sampai usia dua tahun. Masa ini sangat vital untuk pembentukan otak dan kualitas manusia, ” jelasnya.
P2KB Manggarai Barat juga menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga seperti Kampung KB, Kampung Keluarga Berkualitas, serta pelatihan pengolahan makanan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
Selain itu, ada program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi bagian dari upaya penurunan stunting.
Setiap desa di Manggarai Barat memiliki rata-rata 5 kader, bahkan bisa mencapai 10 kader di desa berpenduduk besar.
“Kader-kader ini adalah ujung tombak. Mereka mendata, mendampingi, sekaligus mendistribusikan bantuan sesuai kesepakatan dengan kementerian,” kata Rafael.
Pihaknya juga melakukan monitoring rutin bersama para penyuluh untuk memastikan setiap program berjalan optimal.
Terkait pelayanan Medis Operasi Wanita (MOW)/Tubektomi, Rafael mengungkapkan capaian tahun ini belum memenuhi target.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









