Meski mengedepankan digitalisasi, Polri tetap menyediakan jalur konvensional bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses teknologi.
“Namun, jika adik-adik atau warga lainnya tidak memiliki ponsel Android atau mengalami kendala teknologi, pintu ruang Propam Polres Mabar selalu terbuka lebar. Masyarakat bisa langsung datang membuat laporan pengaduan secara fisik ke kantor kami,” tambahnya.
Isu keamanan identitas seringkali menjadi penghambat masyarakat untuk melapor. Menanggapi kekhawatiran tersebut, IPTU Yostan memberikan jaminan penuh terhadap keselamatan para pelapor.
“Jangan ragu dan jangan takut untuk melapor jika menemukan oknum anggota Polri, khususnya personel Polres Mabar maupun Polsek jajaran, yang bertindak tidak sesuai aturan. Propam Polres Manggarai Barat menjamin kerahasiaan identitas pelapor demi melindungi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya dengan nada lugas.
Kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan implementasi nyata dari Surat Telegram Kapolri. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi kinerja Divisi Propam Polri untuk memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai etika profesi.
“Kami ingin membangun kepercayaan publik (public trust). Melalui langkah jemput bola ke sekolah-sekolah ini, kami berharap dapat menciptakan institusi Polri yang lebih bersih, berwibawa, dan dicintai masyarakat,” tutup IPTU Yostan.
Dengan kehadiran teknologi di tangan generasi muda, Polres Manggarai Barat optimis pengawasan terhadap anggota kepolisian akan semakin tajam, transparan, dan akuntabel. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









