Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pukul Wartawan Pakai Mikrofon, Dunia Pers NTT Desak Polisi Bertindak Tegas

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251111 211550
(Sumber foto : Google).

RUTENG, NTTNEWS.NET – Dunia pers di wilayah Manggarai Raya kembali tercoreng setelah seorang jurnalis menjadi korban kekerasan. Wartawan Dion Damba dilaporkan mengalami penganiayaan saat menghadiri sebuah acara pesta di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Senin malam, 10 November 2025.

Menurut laporan yang diterima pihak kepolisian, peristiwa itu bermula ketika Dion tengah berkaraoke bersama sejumlah tamu undangan. Suasana malam yang awalnya akrab dan penuh hiburan mendadak berubah mencekam ketika seorang pria bernama Ahmad menghampiri Dion dan tiba-tiba memukul kepalanya menggunakan mikrofon.

Akibat pukulan keras tersebut, bagian belakang kepala Dion mengalami luka memar dan bengkak cukup parah. Sejumlah tamu di lokasi langsung berupaya meleraikan dan menenangkan situasi, sebelum korban akhirnya dibawa keluar dari tempat kejadian untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga :  Bupati Edi Tancap Gas Sukseskan MBG: Inovasi Digital hingga Jaminan Halal Jadi Andalan Mabar

Tidak terima atas tindakan brutal tersebut, Dion segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Reo, di bawah jajaran Polres Manggarai, Polda NTT. Laporan resmi telah tercatat dalam STPL Nomor: STPL/20.A/XI/2025/SPKT/Polsek Reo/Polres Manggarai/Polda NTT, tertanggal 11 November 2025.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Ketua Aliansi Wartawan Manggarai Barat (AWAMB), Alfonsius Andi, mengecam keras aksi penganiayaan terhadap jurnalis tersebut.

“Kami mendesak Polres Manggarai untuk segera memanggil, memeriksa, dan menangkap pelaku kekerasan terhadap saudara Dion Damba. Apapun alasannya, pelaku tidak boleh main hakim sendiri. Ini adalah bentuk penghinaan terhadap profesi wartawan,” tegas Andi, Selasa (11/11).

Ia menambahkan bahwa tindakan kekerasan seperti ini tidak bisa dianggap sepele.

  • Bagikan