Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pupuk Subsidi Dijual Rp250 Ribu di Welak, Petani Menjerit, APH Diminta Turun Tangan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260206 212636
Doroteus Nali, warga Kampung Tontol, Desa Semang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap dugaan praktik penjualan pupuk bersubsidi dengan harga fantastis yang sangat merugikan para petani setempat. (foto : isth).

“Harapan saya, orang-orang seperti ini harus diberi tindakan tegas. Ini sangat merugikan masyarakat. Pemerintah sudah susah payah membuat program bantuan untuk masyarakat kecil, tapi justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Doroteus mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Manggarai Barat.

“Saya sudah datang langsung ke Polres Manggarai Barat dan menyampaikan aduan terkait dugaan penyalahgunaan pupuk bersubsidi ini. Saya sudah serahkan data yang saya miliki. Mereka menyampaikan dalam waktu dekat akan turun ke lokasi untuk mengecek langsung,” ujarnya.

Ia berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara profesional dan bijaksana dalam menangani persoalan ini.

“Harapan saya kepada Polres Manggarai Barat, bekerja lebih tegas dan adil. Orang-orang seperti ini harus diberi efek jera, karena ini menyangkut hajat hidup petani,” tambahnya.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Doroteus juga mengungkapkan bahwa saat ini di Kecamatan Welak sudah tidak ada lagi pengecer pupuk resmi.

“Memang sebelumnya ada pengecer, tapi sekitar dua bulan lalu pengecer itu mengundurkan diri. Sejak saat itu, petani semakin susah mendapatkan pupuk bersubsidi,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Doroteus, membuka celah bagi pihak-pihak tertentu untuk memasok pupuk bersubsidi dari sumber yang tidak jelas dan menjualnya dengan harga sangat mahal.

“Pupuknya jelas bersubsidi, tapi didatangkan dari mana kita tidak tahu. Yang pasti dijual dengan harga fantastis, Rp250.000 per paket,” katanya.

Ia pun mendorong agar pemerintah dan distributor pupuk di Manggarai Barat segera melakukan pembenahan sistem distribusi.

Baca Juga :  Berantas Judi Online, Propam Polres Manggarai Barat Geledah Ponsel Personel

“Sangat diharapkan ada pelayanan langsung yang benar-benar berpihak kepada petani. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang,” ujarnya.

Menurut Doroteus, salah satu akar masalah adalah minimnya jumlah pengecer pupuk di wilayah Kecamatan Welak yang memiliki wilayah sangat luas.

“Selama ini satu kecamatan hanya dilayani satu pengecer. Itu sangat menyulitkan. Idealnya di Kecamatan Welak harus ada empat sampai lima pengecer supaya petani lebih mudah mendapatkan pupuk,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Semang, PPL Desa Semang dan Pengusaha tersebut telah dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp pada Jumat malam namun sampai saat ini belum ada jawaban. **

  • Bagikan