Ia mendorong mahasiswa lokal untuk memanfaatkan keberadaan SALUT guna meningkatkan kompetensi tanpa harus merantau ke luar daerah.
“Labuan Bajo ini daerah wisata, banyak lapangan kerja tersedia. Kalau bisa kita kuliah dan bekerja di sini, kenapa harus pergi ke luar? Kita bisa membangun daerah sambil meningkatkan kualitas diri,” ujarnya penuh semangat.
Saat ditanya soal fasilitas, Junus menyatakan bahwa sejauh ini sarana pendukung ujian di SALUT Labuan Bajo cukup memadai.
“Untuk ujian online sudah tersedia tiga ruangan yang siap pakai, dan semuanya dalam kondisi baik saat kami datang. Fasilitas untuk ujian tatap muka juga tidak ada kendala berarti,” jelasnya.
Namun demikian, ia tidak menampik pentingnya peningkatan dukungan infrastruktur di masa depan. Dengan jumlah mahasiswa yang kini sudah mencapai lebih dari 500 orang, ia menilai SALUT Labuan Bajo idealnya memiliki gedung atau ruang belajar permanen.
“Sebenarnya, tujuan pendirian SALUT itu memang untuk membangun jaringan kerja sama, termasuk dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain. Harapannya, ke depan bisa diusulkan fasilitas sendiri yang lebih representatif untuk mendukung pembelajaran di Labuan Bajo,” pungkasnya.
Dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi dan pelaksanaan UAS yang berjalan lancar, SALUT Labuan Bajo kembali membuktikan perannya sebagai garda terdepan dalam memperluas akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









