Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Satgas Rokok Ilegal Akan Diperluas di Daratan Flores, Simak Penjelasan Syahirul

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250825 132226
Kepala Kantor Bea dan Cukai (BC) Labuan Bajo, Syahirul Alim. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kepala Kantor Bea dan Cukai (BC) Labuan Bajo, Syahirul Alim, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam memperkuat pengawasan sekaligus pemberantasan peredaran rokok ilegal dan minuman beralkohol tanpa pita cukai.

Menurutnya, model Satgas yang dibentuk di Kabupaten Manggarai Barat sudah menunjukkan hasil positif dan akan direplikasi ke daerah lain di Nusa Tenggara Timur.

“Hanya ada di Manggarai Barat mereka minta diduplikasi. Satgas ini juga diharapkan bisa diterapkan di kabupaten lain. Kemarin kita sudah ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan mereka sangat welcome. Harapannya, replikasi Satgas yang dibuat oleh Bupati Manggarai Barat ini bisa lebih efektif karena mengedepankan kolaborasi. Dengan jalur sinergi, pengawasan akan lebih efisien dari sisi anggaran dan personel,” ujar Syahirul di Labuan Bajo, Senin (25/8/2025).

Baca Juga :  Tolak Kuota 1.000 Wisatawan ke TNK, Ketua AWSTAR Peringatkan Anggota

Syahirul menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran dan jumlah personel Bea Cukai memang menjadi tantangan besar dalam menjalankan tugas pengawasan di wilayah yang begitu luas, mencakup sembilan kabupaten.

Untuk itu, kerja sama lintas instansi, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, menjadi kunci utama.

Selain fokus pada pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai juga mengawal legalisasi industri minuman beralkohol di daerah. Syahirul menyebut, sejak Juli lalu sudah ada pabrik minuman di Maumere yang resmi menggunakan pita cukai.

Baca Juga :  Lawan Pilkada ke NasDem, Mantan Cawabup Andi Risky Kini Pegang Pos Strategis

“Alhamdulillah, mulai akhir Juli kemarin sudah ada CV The Bottle, pabrik minuman yang produknya resmi menggunakan pita cukai. Ini artinya penerimaan negara bertambah, daerah juga ikut mendapat manfaat, dan yang paling penting, bahan bakunya diserap dari petani lokal. Jadi ada efek domino bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

  • Bagikan