Dalam paparannya, Rikardus Jani, S.Pd. menekankan pentingnya pengembangan kepemimpinan sejak dini dan perubahan pola pikir pemuda.
“Pemuda hari ini bukan lagi hanya pencari kerja, tapi pencipta lapangan kerja. Kita punya potensi besar di Manggarai Barat—di sektor pariwisata, pertanian, peternakan, dan perikanan. Tapi semua itu butuh keberanian untuk bermimpi dan bertindak,” tegasnya.
Rikardus juga menyampaikan bahwa kepemimpinan bukanlah tujuan akhir, melainkan proses yang harus dibangun dari disiplin dan kejujuran terhadap diri sendiri.
“Kepemimpinan lahir dari kemampuan memimpin diri. Kalau kita tak bisa mengatur diri, bagaimana kita bisa memimpin orang lain?” tuturnya penuh semangat.
Sementara itu, Fransiskus Karsianus Kun mengajak mahasiswa untuk terus menghidupkan organisasi sebagai ruang pembelajaran, bukan sekadar struktur formalitas.
“Organisasi seperti PMK harus menjadi wadah pembentukan karakter. Di sinilah tempat belajar untuk bertanggung jawab, jujur, dan bekerja sama lintas latar belakang,” ucapnya.
Acara ini juga menjadi momentum reflektif bagi seluruh mahasiswa Kolang yang sedang menempuh pendidikan di Ruteng. Pelantikan pengurus baru dipandang sebagai titik balik yang strategis untuk memulai langkah kolektif dalam memperjuangkan aspirasi, membangun jaringan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah asal.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, penyerahan simbolik kepemimpinan dari pengurus lama ke pengurus baru, serta sesi foto bersama para tokoh dan peserta seminar. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









