Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tak Gentar Tembus Medan Berat! Bea Cukai Labuan Bajo Bawa Sembako, Terpal dan Harapan untuk Pendidikan Anak

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
890a8170 acf8 11f1 9264 1fa54ddfcd8c
Tak Gentar Tembus Medan Berat! Bea Cukai Labuan Bajo Bawa Sembako, Terpal dan Harapan untuk Pendidikan Anak. (foto : Dok. Isth).

Menurutnya, medan yang sulit bukan menjadi alasan untuk mengurungkan niat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Justru, kondisi tersebut semakin menguatkan semangat untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang masih merasakan dampak gempa.

“Tapi karena besar kecintaan dan kepedulian kami, kami hadir dan membawa rezeki untuk saudara kita yang mengalami dampak gempa,” katanya.

Syahirul menegaskan, kepedulian tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kepada anak-anak sekolah yang menjadi generasi penerus bangsa.

“Kami juga ingin mendukung generasi bangsa, yaitu anak-anak sekolah yang membutuhkan tenda untuk bisa belajar dengan nyaman,” tegasnya.

Kehadiran rombongan Bea Cukai Labuan Bajo di tengah masyarakat menjadi suasana tersendiri. Di tengah wajah-wajah warga yang masih menyimpan kesedihan akibat bencana, bantuan yang diberikan diharapkan mampu menghadirkan sedikit senyum dan harapan.

Begitu pula bagi anak-anak sekolah. Terpal yang disalurkan bukan sekadar lembaran penutup sementara, tetapi menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan ketika kondisi bangunan dan fasilitas sekolah belum sepenuhnya aman atau memadai.

Baca Juga :  LPPDM NTT Desak Kejari Mabar Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KPUD Rp28 Miliar

Di tengah bencana, pendidikan tidak boleh berhenti.

Anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk belajar, bermain dan menatap masa depan. Karena itu, dukungan terhadap sekolah-sekolah terdampak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascagempa.

Kegiatan Bea Cukai Peduli dan DWP DJBC Peduli Gempa Flores-NTT tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kepedulian dan gotong royong dari berbagai pihak.

Bencana mungkin telah merusak rumah, mengganggu aktivitas warga dan membuat anak-anak harus belajar dalam keterbatasan. Namun, kepedulian yang datang dari berbagai pihak dapat menjadi kekuatan baru bagi masyarakat untuk kembali bangkit.

Bagi warga Desa Wae Jare dan tiga kampung yang menerima bantuan, kehadiran Bea Cukai Labuan Bajo membawa pesan sederhana namun sangat berarti: mereka tidak sendirian.

Di tengah jalan yang rusak, medan yang berat dan sisa-sisa kepedihan akibat gempa, masih ada tangan-tangan yang datang membawa bantuan, kepedulian dan harapan.

Sebab, setelah bencana, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan berupa barang, tetapi juga keyakinan bahwa masih ada yang peduli dan bersedia berjalan bersama masyarakat untuk bangkit kembali.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Pilkada Rp28 Miliar Diusut! Sekretaris KPU Mabar Terungkap Rangkap PPK

Melalui aksi kemanusiaan tersebut, Bea Cukai Labuan Bajo menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal medan. Sejauh masih ada masyarakat yang membutuhkan, langkah untuk hadir dan membantu tetap harus dilakukan.

Bagi anak-anak di SDK Roe, SDI Nara, SDN Bambor dan SDK Dencang, empat terpal yang diterima setiap sekolah diharapkan menjadi tempat berteduh sekaligus ruang untuk kembali mengejar cita-cita.

Sementara bagi masyarakat Kampung Lalang, Kampung To’e dan Kampung Jawok, bantuan sembako diharapkan dapat sedikit mengurangi beban kebutuhan sehari-hari di tengah proses pemulihan yang masih panjang.

Gempa telah mengguncang tanah Flores. Namun, kepedulian dan gotong royong masyarakat serta berbagai pihak menjadi kekuatan yang dapat membantu mereka bangkit kembali.

Dan dari jalan-jalan rusak menuju pelosok Desa Wae Jare, sebuah pesan kemanusiaan kembali ditegaskan: ketika bencana datang, kepedulian harus lebih kuat daripada rasa takut untuk menembus medan yang sulit. **

  • Bagikan