“Pemulihan pascabencana bukan pekerjaan satu atau dua pihak. Pemerintah tentu memiliki tanggung jawab, tetapi masyarakat, lembaga politik dan seluruh elemen sosial juga harus mengambil bagian. Semangat gotong royong harus kita hidupkan,” tegasnya.
Sebagai Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Manggarai Barat, Hasanudin juga menekankan bahwa kegiatan sosial seperti pembagian sembako tidak boleh sekadar dilihat sebagai kegiatan seremonial.
Baginya, bantuan kepada masyarakat harus benar-benar berorientasi pada kebutuhan warga dan menjadi bagian dari kepedulian yang berkelanjutan.
Ia berharap masyarakat yang terdampak gempa tetap kuat dan tidak kehilangan semangat untuk bangkit. Menurutnya, kondisi sulit yang dihadapi masyarakat harus menjadi perhatian bersama.
“Kita ingin masyarakat tetap kuat. Bencana memang meninggalkan luka, tetapi kita harus bangkit bersama. Pemerintah, wakil rakyat dan masyarakat harus saling mendukung agar proses pemulihan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Pembagian sembako di Desa Nampar Macing juga menjadi gambaran bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika menjalankan fungsi pemerintahan dan legislasi, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Kehadiran Hasanudin secara langsung menemui warga menjadi momentum untuk mendengarkan kondisi masyarakat dari dekat.
Pasalnya, kebutuhan masyarakat setelah bencana tidak selalu sama. Ada warga yang membutuhkan bahan makanan, perlengkapan rumah tangga, tempat tinggal sementara, hingga dukungan untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
Karena itu, bantuan sembako yang diberikan diharapkan menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat melewati masa sulit.
Masyarakat Desa Nampar Macing pun menyambut baik kepedulian tersebut. Bantuan kebutuhan pokok dinilai sangat membantu, terutama bagi warga yang masih berupaya memulihkan kondisi keluarga setelah bencana gempa.
Semangat kebersamaan seperti ini menjadi penting di tengah proses pemulihan Flores pascagempa. Bantuan dari berbagai pihak diharapkan terus berdatangan sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Gempa 15 Agustus 2026 telah menjadi pengingat bahwa masyarakat Flores berada di wilayah yang memiliki risiko bencana alam. Karena itu, selain bantuan darurat, diperlukan pula langkah pemulihan jangka panjang dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Hasanudin berharap solidaritas yang telah ditunjukkan berbagai pihak tidak berhenti setelah situasi bencana mulai mereda.
“Jangan hanya hadir ketika bencana terjadi. Setelah bantuan darurat selesai, kita juga harus memikirkan bagaimana masyarakat bisa kembali hidup normal, rumah-rumah yang rusak bisa diperbaiki, anak-anak bisa kembali belajar, dan ekonomi masyarakat bisa bangkit,” tutup Hasanudin.
Pembagian paket sembako di Desa Nampar Macing tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial di tengah situasi pascabencana. Di balik paket bantuan yang diberikan, tersimpan pesan penting bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan membutuhkan kehadiran, perhatian dan solidaritas dari semua pihak. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









