“Beliau dengan jelas mengatakan bahwa semua yang memiliki tanah di irigasi Marang dan Watu Tewuk wajib memilih paslon 01. Jika tidak, tanah mereka akan diambil kembali,” ungkap seorang warga.
Kehadiran kepala desa dengan maksud mendukung salah satu pasangan calon menuai protes dari warga.
“Kami sebagai wajib pilih merasa sangat terganggu. Kehadiran Pak Kades membuat kami merasa tertekan. Kami dipaksa untuk mendukung salah satu paslon, sementara hati nurani kami sebenarnya ingin mendukung paket Edi-Weng 02,” keluh warga.
Warga yang menjadi sasaran intimidasi ini merasa bahwa tindakan tersebut melanggar prinsip demokrasi yang harusnya bebas, rahasia, dan damai.
“Kami mohon kepada pihak berwenang Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawal jalannya pesta demokrasi ini agar berjalan dengan baik dan damai. Kami juga berharap Pak Kades Wewa tidak lagi berkeliaran di wilayah kerja desa lain karena sangat mengganggu,” pinta mereka.
Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan ini demi menjaga netralitas dan kelancaran proses Pilkada di daerah tersebut.
“Kami hanya ingin Pilkada ini berjalan dengan adil, tanpa intimidasi dan tekanan,” tegas seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, SL dan DJ telah dihubungi oleh media melalui pesan WhatsApp pada Minggu malam (24/11/2024). Namun, pesan konfirmasi tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari keduanya. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









