
Pada pukul 17.50 WITA, perarakan berakhir dan dilanjutkan dengan Misa Penutupan Bulan Maria di gereja paroki. Suasana religius begitu terasa sepanjang kegiatan, dengan umat yang berjalan sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu pujian.
Pastor Paroki Sta. Famelia Wae Nakeng menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama aparat keamanan yang telah memastikan kelancaran jalannya acara.
“Kami sangat bersyukur karena umat bisa berdevosi dengan tenang dan penuh khidmat. Terima kasih kepada Polsek Lembor dan Koramil atas dukungan keamanannya,” ungkap pastor tersebut.
Perarakan Patung Bunda Maria ini merupakan kegiatan rutin tahunan Paroki Sta. Famelia Wae Nakeng yang digelar setiap akhir Mei sebagai penutup rangkaian devosi Bulan Maria. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









