Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tragedi di Balik Evakuasi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Pengungsi Maria Pene Hayon Meninggal Dunia

  • Bagikan
Sebuah kisah yang menyayat hati terungkap ketika salah satu pengungsi, Maria Pene Hayon (69), akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, meninggal dunia pada Kamis malam di Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante, Maumere, Kabupaten Sikka.
Suasana di Rumah Duka warga Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur. (foto : isth).

LARANTUKA, NTTNEWS.NET – Sebuah kisah yang menyayat hati terungkap ketika salah satu pengungsi, Maria Pene Hayon (69), akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, meninggal dunia pada Kamis malam di Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante, Maumere, Kabupaten Sikka.

Maria Pene Hayon, warga Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelumnya mengungsi bersama keluarganya di posko Kantor Desa Konga selama dua pekan.

Saat dikonfirmasi, menantu almarhum, Maria Yana, mengungkapkan bahwa Maria Pene Hayon mengidap penyakit pernafasan, yaitu Asma.

Baca Juga :  Lawan Pilkada ke NasDem, Mantan Cawabup Andi Risky Kini Pegang Pos Strategis

Yana menjelaskan bahwa ibu mertuanya rentan terhadap cuaca dingin. Ketika Gunung Lewotobi Api Laki-Laki meningkat statusnya pada awal Januari 2024, warga desa dievakuasi ke lokasi pengungsian. Namun, di lokasi pengungsian, Maria Pene Hayon hanya diberikan satu lembar tikar tipis sebagai alas tidur di lantai kantor desa Konga, dengan kondisi cuaca yang sangat dingin.

Baca Juga :  Ini Bukan Konservasi! AWSTAR Serang Kebijakan Kuota di Taman Nasional Komodo

“Malam pertama mama sudah mulai mengeluh dada sesak karena tidur dilantai yang dingin, akhirnya kami pindah ke tenda yang baru dibangun dan diberikan kasur spon dari Kemensos,” cerita Yana.

  • Bagikan