Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tragedi di Balik Evakuasi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Pengungsi Maria Pene Hayon Meninggal Dunia

  • Bagikan
Sebuah kisah yang menyayat hati terungkap ketika salah satu pengungsi, Maria Pene Hayon (69), akibat erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, meninggal dunia pada Kamis malam di Rumah Sakit St. Gabriel Kewapante, Maumere, Kabupaten Sikka.
Suasana di Rumah Duka warga Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur. (foto : isth).

Yana menyampaikan keluhan tersebut kepada petugas di posko pengungsian, namun tidak mendapat respons yang memadai. Ia memaklumi situasi sibuk petugas di tengah krisis tersebut. Sakit Maria Pene Hayon semakin parah karena genangan air di dalam tenda saat hujan lebat beberapa waktu lalu.

“Hujan lebat tiba-tiba mengguyur daerah setempat, dan malam itu air sudah tergenang di dalam tenda. Kami semua basah kuyup, termasuk mama mertua,” ungkapnya, Jumat (26/1/2024).

Mertua Yana diperiksa dan diberikan obat oleh petugas kesehatan di lokasi pengungsian, namun sakitnya tidak kunjung sembuh. Pada tanggal 23 Januari 2024, anak kandungnya Sr. Ursula Bura Bukan, SSpS, menjemputnya untuk perawatan lebih lanjut di salah satu rumah sakit di kota Maumere, Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  FPM Siapkan Aksi Boikot Proyek Kantor Pajak Pratama Labuan Bajo, PT Joglo Multi Ayu Jadi Sorotan

“Tapi, tuhan mungkin lebih sayang mama. Kemarin malam sekitar pukul 23:30 WITA, kaka suster telepon memberi kabar bahwa mama sudah meninggal dunia,” tutur Yana sebelum memutuskan sambungan telepon. ** (ELL)

  • Bagikan