Yana menyampaikan keluhan tersebut kepada petugas di posko pengungsian, namun tidak mendapat respons yang memadai. Ia memaklumi situasi sibuk petugas di tengah krisis tersebut. Sakit Maria Pene Hayon semakin parah karena genangan air di dalam tenda saat hujan lebat beberapa waktu lalu.
“Hujan lebat tiba-tiba mengguyur daerah setempat, dan malam itu air sudah tergenang di dalam tenda. Kami semua basah kuyup, termasuk mama mertua,” ungkapnya, Jumat (26/1/2024).
Mertua Yana diperiksa dan diberikan obat oleh petugas kesehatan di lokasi pengungsian, namun sakitnya tidak kunjung sembuh. Pada tanggal 23 Januari 2024, anak kandungnya Sr. Ursula Bura Bukan, SSpS, menjemputnya untuk perawatan lebih lanjut di salah satu rumah sakit di kota Maumere, Kabupaten Sikka.
“Tapi, tuhan mungkin lebih sayang mama. Kemarin malam sekitar pukul 23:30 WITA, kaka suster telepon memberi kabar bahwa mama sudah meninggal dunia,” tutur Yana sebelum memutuskan sambungan telepon. ** (ELL)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









