LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Persoalan proyek strategis nasional kembali mencuat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kali ini, jeritan para buruh dan subkontraktor lokal menjadi sorotan publik. Mereka mengaku belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka rampungkan, meskipun proyek senilai Rp2,9 miliar tersebut telah selesai dikerjakan.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yakni Pelaksanaan Konstruksi Akses Masuk Kawasan Otorita Parapuar, yang digadang-gadang akan menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah timur Indonesia.
Para pekerja lokal yang menjadi ujung tombak dalam penyelesaian proyek ini merasa kecewa dan terabaikan. Mereka menuding bahwa hak-hak dasar mereka, yakni upah kerja, telah diabaikan tanpa alasan yang jelas.
Di tengah kondisi ini, Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin, ST, angkat bicara. Ia dengan tegas meminta agar seluruh tunggakan kepada para buruh dan subkontraktor segera diselesaikan.
“Saya mendesak kepada PT. Cipta Jaya Piranti selaku kontraktor utama, agar pembayaran segera dilunasi. Ini bukan hanya soal administrasi, ini soal kemanusiaan. Mereka punya anak dan istri yang harus diberi makan,” tegas Beni Nurdin saat ditemui wartawan pada Sabtu (10/5/2025).
Lebih lanjut politisi Partai NasDem itu menyoroti peran Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) yang menurutnya tidak boleh lepas tangan dalam menyelesaikan masalah ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









