Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Uskup Labuan Bajo Laksanakan Jalan Salib dan Pelayanan Pengakuan Bersama Tahanan

  • Bagikan
IMG 20250404 WA0057
Dalam suasana penuh kekhidmatan menjelang perayaan Paskah 2025, Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, melakukan kunjungan kasih ke Polres Manggarai Barat, Jumat (4/4/2025). (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Dalam suasana penuh kekhidmatan menjelang perayaan Paskah 2025, Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, melakukan kunjungan kasih ke Polres Manggarai Barat, Jumat (4/4/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Keuskupan Labuan Bajo untuk berbagi semangat iman dan kasih, khususnya kepada para tahanan.

Uskup Maksimus Regus datang bersama rombongan yang terdiri dari sejumlah imam dan biarawati, antara lain Romo Fransiskus Nala (Sekjen), Romo Martinus W. Willian (Ekonom), Romo Martinus Tolen, Romo Godfridus S. Angkur, Romo Kristo Ramlino, Romo Hermenegildus Sanusi, serta Sr. Ermelinda Mulia, DSY, dan panitia Paskah Keuskupan.

Kehadiran Uskup dan rombongan disambut langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., beserta jajaran dan keluarga besar Polres Mabar.

Baca Juga :  Tim Resmob Komodo Ringkus Pelaku Pencurian Dan Amankan Barang Bukti Di Labuan Bajo

Dalam kunjungannya, Uskup bersama rombongan melaksanakan ibadat Jalan Salib dan pelayanan Sakramen Pengakuan bagi para tahanan. Suasana penuh khidmat dan keheningan menyelimuti Rutan Polres saat para tahanan mengikuti setiap tahapan ibadat dengan penuh perhatian.

Mgr. Maksimus menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pihak Polres atas kerja sama dan sambutan hangat yang diterima.

“Pada kesempatan pertama ini, kami semua keluarga besar Keuskupan bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat yang telah memfasilitasi tempat ini. Kami merasa bersukacita karena bisa bertemu dan mengunjungi sesama saudara kami di sini. Mudah-mudahan kehadiran kami dapat menguatkan kita semua,”ucapnya di hadapan para tahanan.

Baca Juga :  Kapolres Sidak Senjata Api Di Polres Manggarai Barat, Ini Tujuannya!

Menurut Uskup Maksimus, ibadat Jalan Salib bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga sarana refleksi yang dalam.

“Jalan Salib mengajarkan kita tentang kasih, pengorbanan, dan ketekunan. Ini adalah panggilan untuk berempati dan menunjukkan solidaritas sosial dengan sesama yang menderita. Semoga melalui Jalan Salib ini, kita mampu bangkit bersama Kristus dan menjalani hidup dengan semangat, meskipun berada di dalam tahanan,” Jelasnya.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan rohani seperti ini terus berlanjut di masa depan sebagai bagian dari pelayanan Keuskupan bagi masyarakat yang terpinggirkan.

  • Bagikan