Ia menambahkan bahwa tindakan tegas harus terus dilakukan untuk mencegah aktivitas serupa terjadi di masa depan.
“Saya meminta aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan pengawasan dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik bom ikan. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem laut kita. Jika ekosistem hancur, maka masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari laut juga akan mengalami kerugian besar,” tegasnya.
Johni Asadoma menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan aparat keamanan dan masyarakat untuk menjaga kelestarian laut NTT.
“Labuan Bajo dan kawasan sekitarnya adalah aset berharga yang harus kita lindungi bersama. Wisata bahari di NTT, terutama di Taman Nasional Komodo, memiliki potensi besar yang harus dijaga agar bisa terus memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Pemerintah, lanjut Johni, juga akan memperkuat program edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai bahaya pengeboman ikan serta dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan dan perekonomian daerah. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









