Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wagub NTT Tinjau Langsung Lokasi Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nagekeo

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250914 123552
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, Tinjau Langsung Lokasi Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nagekeo. (foto : isth).

NAGEKEO, NTTNEWS.NET – Usai meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di rumah jabatan Bupati Nagekeo, Sabtu (13/9).

Rapat ini dihadiri oleh Bupati Nagekeo, perwakilan BNPB, Basarnas, TNI/Polri, Balai PU, Dinas Sosial, serta berbagai unsur terkait. Tujuan utamanya adalah menyatukan langkah percepatan penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana.

Dalam arahannya, Wagub Johni menekankan tiga prioritas: pencarian korban hilang, pemulihan infrastruktur dan sarana prasarana, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Hingga saat ini masih ada tiga korban yang belum ditemukan dari delapan orang yang dilaporkan hilang. Basarnas melaporkan telah menemukan lima korban, sementara pencarian tetap berlanjut dengan dukungan alat berat dan drone.

Baca Juga :  Gugatan Johanis Van Naput di Ujung Tanduk, Dasar Kepemilikan Dipertanyakan

“Tantangannya cukup berat karena medan terjal, tumpukan batu besar, dan kayu yang terbawa arus,” jelas seorang petugas Basarnas.

BNPB menambahkan, masa pencarian standar adalah tujuh hari, namun bisa diperpanjang tiga hari lagi atas permintaan resmi pemerintah daerah. Untuk memperkuat operasi, Basarnas segera mendatangkan anjing pelacak (K9) bekerja sama dengan Polda, serta mengerahkan tambahan tenaga dari TNI, Polri, dan masyarakat.

Kondisi para korban banjir sangat memprihatinkan. Banyak di antaranya hanya menyisakan pakaian di badan. Wagub Johni mencontohkan penggalangan bantuan pakaian layak pakai di Lewotobi yang berhasil menghimpun ribuan potong pakaian.

“Saya minta Bupati menggerakkan ASN Nagekeo untuk melakukan hal serupa, agar para pengungsi segera terbantu,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov NTT telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 4 ton, ditambah 2–3 ton dari Dinas Sosial dan 1 ton dari BPBD. Untuk makanan siap saji, dapur umum yang semula hanya satu unit akan segera ditambah melalui dukungan Kabupaten Ende.

Baca Juga :  Kapolres Manggarai Barat Kukuhkan Kasat Polairud dan Sertijab Kasat Pam Obvit

Menyangkut air bersih, truk tangki dari kabupaten tetangga akan diperbantukan sementara. Koordinasi juga dilakukan dengan PDAM setempat agar distribusi lancar. Untuk solusi jangka panjang, akan dipasang pompa air yang menyedot dari sumber setempat, ditampung di bak penampung, lalu disalurkan ke rumah warga.

Kerusakan infrastruktur mendapat perhatian khusus. Sejumlah jembatan vital yang menghubungkan jalur ekonomi terputus. Sebagai solusi, jembatan darurat segera dibangun. Satu unit jembatan darurat sudah tiba dari Kupang, sementara satu lagi akan dikerjakan bersama Densipur Udayana.

  • Bagikan