Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wagub NTT Tinjau Langsung Lokasi Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nagekeo

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250914 123552
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, Tinjau Langsung Lokasi Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nagekeo. (foto : isth).

Balai PU mencatat terdapat tujuh jembatan lintas provinsi terdampak, dengan dua jembatan di Maukeli dan Aewoe yang masih belum bisa diakses. Untuk memperkuat struktur penahan, Balai PU menyiapkan 1.000 lembar kawat bronjong, ditambah 1.500 lembar lagi yang kini dalam perjalanan.

“Pemerintah provinsi akan memberi perhatian penuh pada perbaikan ruas jalan dan jembatan strategis agar mobilitas ekonomi segera pulih,” ujar Wagub Johni.

BNPB menegaskan bahwa pendataan korban dan kerusakan harus segera dirampungkan. Tim BNPB yang berjumlah enam orang kini bekerja di Kantor Bupati untuk memverifikasi data detail, mulai dari jumlah bayi, balita, ibu hamil, lansia, hingga kelompok rentan lain.

Pendataan ini mencakup tidak hanya pengungsi di tenda, tetapi juga warga yang sementara menumpang di rumah kerabat. Menindaklanjuti hal itu, Wagub Johni meminta Bupati segera membentuk Satgas Pendataan dengan surat tugas resmi.

Baca Juga :  Ilmu Komunikasi UNWIRA Kupang Jadi Pilihan Tepat, Jefry: Kunci Sukses di Era Modern

Terkait hunian, tercatat 83 rumah hanyut, rusak berat, atau terancam, dengan 47 di antaranya dalam kondisi parah. Warga yang rumahnya terdampak maupun berpotensi terdampak akan direlokasi ke wilayah aman.

“Relokasi diusahakan tetap berada di desa yang sama agar masyarakat tidak kesulitan dengan urusan sosial dan administrasi,” jelas pihak BNPB.

Targetnya, keluarga terdampak sudah bisa menempati rumah baru sebelum Natal 2025.

Dari aspek kesehatan, Wagub Johni menekankan perlunya alat pelindung diri (APD) seperti masker dan sarung tangan bagi tim pencarian agar tetap terlindungi.

Baca Juga :  Kapolres Manggarai Barat Kukuhkan Kasat Polairud dan Sertijab Kasat Pam Obvit

Sementara itu, Desa Sawu yang hingga kini masih gelap akan menjadi prioritas pemulihan listrik. Dengan penerangan memadai, aktivitas warga maupun proses penanganan bencana diharapkan berjalan lebih lancar.

Menutup rapat, Wagub Johni menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor. Ia meminta agar data korban dan kerusakan dipublikasikan secara transparan di papan pengumuman di lokasi bencana.

“Dengan koordinasi yang baik dan gotong royong semua pihak, kita harapkan penanganan bencana banjir bandang di Nagekeo dapat berjalan cepat, tepat, dan berpihak pada masyarakat terdampak,” tegas Johni Asadoma. **

  • Bagikan