Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Warga Nangadhero Nyatakan Penolakan Keras terhadap Proyek Geothermal

  • Bagikan
IMG 20250521 WA0006
Warga Nangadhero Nyatakan Penolakan Keras terhadap Proyek Geothermal. (foto : isth).

Ia menyebut bahwa lokasi pengeboran yang telah disurvei berada sangat dekat dengan pemukiman warga, sehingga menimbulkan risiko tinggi terhadap masyarakat.

“Penolakan ini didasari pada kenyataan bahwa lokasi survei terletak sangat dekat dengan ruang hidup masyarakat. Proyek ini berpotensi membawa dampak buruk, seperti pencemaran lingkungan, ancaman kesehatan, dan kerusakan ekosistem,” tegas Pastor Marsel.

Salah satu warga, Alber Daga, mengungkapkan bahwa survei terkait proyek geothermal telah dilakukan sejak empat tahun lalu, namun hingga kini masyarakat belum mendapatkan kepastian maupun transparansi atas dampaknya.

Baca Juga :  Lawan Pilkada ke NasDem, Mantan Cawabup Andi Risky Kini Pegang Pos Strategis

Ia menyoroti pengalaman di wilayah lain seperti Mataloko, yang mengalami berbagai dampak negatif akibat aktivitas geothermal.

“Gas beracun, keretakan tanah, gempa, dan penyedotan air yang berlebihan adalah ancaman nyata dari proyek ini. Kami hidup dari kebun dan lahan yang kami miliki. Jika itu dirampas, ke mana lagi kami akan pergi?” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD Komodo Resmi Gelar Onsite Training SIM-RS, Dorong Transformasi Digital Layanan Kesehatan

Alber menegaskan bahwa penolakan ini bukanlah bentuk perlawanan terhadap program pemerintah, melainkan suara hati masyarakat yang mendambakan pembangunan yang adil dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Masyarakat berharap pemerintah membuka ruang dialog dan mempertimbangkan alternatif lain yang tidak mengorbankan keberlangsungan hidup warga. Bagi warga Nangadhero, tanah dan alam bukan sekadar tempat tinggal, tetapi sumber utama penghidupan yang tidak tergantikan. ** (Stefan).

  • Bagikan