Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Istri Korban Pembunuhan oleh Oknum Kopassus Tolak Maaf Terdakwa: “Luka Kami Tidak Akan Pernah Sembuh”

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
2f7c5ea0 5058 11f1 ae0d d7e91bf28240
(foto : ilustrasi).

Menurutnya, kehilangan sosok suami sekaligus ayah telah meninggalkan luka batin yang sangat dalam bagi keluarganya, terutama anak-anak yang hingga kini masih sering menanyakan keberadaan ayah mereka.

“Anak saya sering bilang, ‘Mama, kapan papa pulang?’ Bahkan mereka pernah berdoa supaya papanya bisa kembali walaupun hanya sebentar. Itu yang paling membuat hati saya hancur,” ungkapnya lirih.

Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan secara adil dan transparan tanpa ada perlindungan terhadap para terdakwa hanya karena status mereka sebagai anggota TNI.

Baca Juga :  Kasus Pencemaran Nama Baik Memanas, Kuasa Hukum IB Desak Polres Tetapkan EH Sebagai Tersangka dan Ditahan

“Saya hanya ingin keadilan. Mereka harus dihukum setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan kepada suami saya,” tegas Puspita.

Kasus pembunuhan MIP sendiri bermula dari dugaan penculikan yang kemudian berujung pada penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, ketiga terdakwa diduga memiliki peran aktif dalam rangkaian aksi brutal tersebut.

Jaksa militer mendakwa para terdakwa dengan pasal pembunuhan berencana, yang ancaman hukumannya sangat berat.

Baca Juga :  Terkait Sorotan Pertemuan dengan Kasat Reskrim, EH: "Saya Punya Dasar Hukum dan Tidak Bertindak Sembarangan"

Persidangan pun diperkirakan masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi dan pengungkapan motif di balik pembunuhan tersebut.

Perkara ini memantik perhatian luas masyarakat dan memunculkan desakan agar institusi TNI menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang dilakukan anggotanya demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara. **

Sumber: CNN Indonesia.

  • Bagikan