Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ketum Lantik Korwil APUDSI Se-Indonesia, Korwil NTT Siap Gerakkan Ekonomi Desa ke Pasar Global

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260214 181220
Ketua Umum APUDSI (Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia), Maulidan Isbar, secara resmi melantik dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) APUDSI se-Indonesia, termasuk Korwil MKN APUDSI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fecky Meller. (foto : isth).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan ekonomi desa di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta komoditas lokal seperti jagung, sorgum, kelor, dan tenun ikat. Namun, tantangan utama selama ini adalah keterbatasan akses pasar, pembiayaan, dan pengolahan pascapanen.

“NTT kaya akan potensi, tetapi kita memerlukan sistem yang mampu mengintegrasikan produksi, pengolahan, dan pemasaran. APUDSI hadir untuk memastikan potensi tersebut memiliki nilai tambah dan daya saing,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan membentuk struktur kepengurusan di tingkat kabupaten/kota serta melakukan pendataan potensi desa secara menyeluruh.

Baca Juga :  Capaian SPPG Ber-SLHS Meningkat Tajam, Waka BGN: Seluruh SPPG Harus Bersertifikat

“Kami akan bergerak cepat membangun konsolidasi internal dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMDes, serta komunitas UMKM. Kolaborasi adalah kunci,” tegas Fecky.

Ia juga menyatakan kesiapan mengimplementasikan program unggulan APUDSI di NTT, termasuk skema resi gudang dan ekosistem pembiayaan UMKM berbasis desa.

“Kami ingin petani dan pelaku UMKM di NTT mendapatkan kepastian harga, akses modal, dan peluang ekspor. Dengan dukungan jaringan nasional dan internasional APUDSI, kami optimistis produk desa NTT mampu menembus pasar global,” tambahnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi pemasaran menjadi prioritas.

“Produk desa NTT harus tampil profesional—kemasannya standar, kualitasnya terjamin, dan pemasarannya berbasis digital. Ini era persaingan global, dan desa tidak boleh tertinggal,” ujarnya.

Baca Juga :  Masak Besar MBG Diserbu Siswa, Edukasi Gizi Dikemas Lebih Menarik

Pelantikan Korwil APUDSI se-Indonesia ini diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi dalam mendorong kemandirian ekonomi desa secara sistematis dan berkelanjutan.

Baik Ketua Umum maupun Korwil NTT sepakat bahwa desa merupakan fondasi ekonomi nasional yang harus diperkuat melalui inovasi, kolaborasi, dan jejaring global.

“Jika desa kuat, maka Indonesia akan kuat. Dari desa kita bangun masa depan bangsa,” pungkas Maulidan Isbar.

Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, APUDSI optimistis mampu mewujudkan desa tangguh, produktif, dan berdaya saing di seluruh penjuru Tanah Air, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. **

  • Bagikan