Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Prabowo Apresiasi Panen Raya Jagung Inisiasi Polri

  • Bagikan
IMG 20250607 WA0102
Presiden Prabowo Apresiasi Panen Raya Jagung Inisiasi Polri. (foto : isth).

JAKARTA, NTTNEWS.NET – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi dan rasa bahagianya atas keberhasilan panen raya jagung yang diinisiasi oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat produksi pangan nasional dan menuju kedaulatan pangan.

“Saya merasa besar hati dan bahagia karena kita mulai melihat bukti nyata keberhasilan di sektor pangan, khususnya jagung, menyusul pencapaian sebelumnya di sektor beras,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri panen raya jagung, Sabtu (7/6/2025).

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan alasan untuk berpuas diri.

Menurutnya, capaian ini harus menjadi dorongan untuk terus berbenah dan memperkuat sistem produksi pangan nasional secara menyeluruh.

“Kita tidak boleh cepat puas. Tapi secara objektif, kita juga harus mengakui adanya kemajuan. Ini adalah tanda-tanda awal keberhasilan yang perlu kita jaga dan lanjutkan,” tegasnya.

Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan

Baca Juga :  Masak Besar MBG Diserbu Siswa, Edukasi Gizi Dikemas Lebih Menarik

Presiden Prabowo secara khusus memuji inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melibatkan jajaran kepolisian dalam program swasembada pangan.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

“Apa yang dilakukan Kapolri bersama jajarannya merupakan terobosan penting. Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kedaulatan pangan bangsa,” ujar Presiden.

Lonjakan Produksi dan Kesejahteraan Petani

Capaian panen raya jagung pada kuartal II tahun 2025 tercatat melonjak tajam dibanding kuartal sebelumnya. Dari lahan seluas 218,35 hektare, diperoleh hasil rata-rata 9,3 ton per hektare—naik signifikan dari hanya 2 ton per hektare sebelum pengelolaan dilakukan secara modern.

Total hasil panen mencapai 2,54 juta ton, jauh di atas capaian kuartal I yang hanya 118.975 ton dari lahan 16.656 hektare.

Peningkatan produktivitas ini tak lepas dari inovasi penggunaan bibit unggul Hibrida P27 dan pupuk presisi MIGO Bhayangkara yang dikembangkan melalui riset oleh Polda Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Sampul Tempo Picu Amarah, NasDem Manggarai Barat Ultimatum Redaksi

Efeknya terasa langsung pada peningkatan pendapatan petani, dari rata-rata Rp 500 ribu per bulan menjadi sekitar Rp 4 juta.

Ekspor Perdana ke Malaysia

Sebagai bagian dari ekspansi hasil produksi, pemerintah bersama Polri juga melepas ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton ke Sarawak, Malaysia.

Pelepasan ekspor tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo, sebagai simbol kesiapan Indonesia untuk tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi pemain di pasar pangan regional.

“Kita tidak hanya ingin cukup untuk bangsa sendiri, tapi kita ingin bantu tetangga kita dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi lumbung pangan Asia,” kata Presiden dalam pidatonya.

Langkah ini menandai babak baru dalam peran strategis sektor pertanian nasional yang dikelola secara kolaboratif antara pemerintah, Polri, dan masyarakat petani. **

  • Bagikan