Meski berada di tengah polemik, ia memastikan NasDem tetap solid dan menargetkan kemenangan pada Pemilu 2029.
Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyatakan pihaknya menghargai aksi kader NasDem yang menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi,” ujar Setri, Selasa (14/4/2026) di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa laporan utama yang dipublikasikan telah melalui proses jurnalistik yang ketat, termasuk verifikasi menyeluruh serta berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
“Materi pemberitaan yang dipublikasikan merupakan karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik,” katanya.
Setri juga menegaskan bahwa Tempo membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang keberatan, termasuk Partai NasDem.
“Tempo akan selalu memberikan ruang bagi pihak yang ingin menyampaikan klarifikasi atas temuan dalam laporan utama tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar setiap keberatan terhadap produk jurnalistik diselesaikan melalui mekanisme resmi yang difasilitasi Dewan Pers.
Meski demikian, Tempo turut menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan dari sampul tersebut.
“Kami meminta maaf atas dampak sampul laporan utama yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem dan kadernya,” kata Setri.
Sebagai informasi, sengketa pemberitaan pers di Indonesia umumnya diselesaikan melalui mekanisme Dewan Pers, termasuk penggunaan hak jawab dan pengaduan etik jurnalistik. **
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









