Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Studi Banding ke Yogyakarta, Dinas PKO Mabar Serap Praktik Baik Dunia Pendidikan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
FB IMG 1762249749507
Tim Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Drs. Yohanes Hani, M.Pd, bersama tim penyusun Roadmap Transformasi Pembangunan Pendidikan Manggarai Barat 2025–2045 dari Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng, melaksanakan studi banding (stuba) ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Yogyakarta, pada awal November 2025. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Tim Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Drs. Yohanes Hani, M.Pd, bersama tim penyusun Roadmap Transformasi Pembangunan Pendidikan Manggarai Barat 2025–2045 dari Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng, melaksanakan studi banding (stuba) ke Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Yogyakarta, pada awal November 2025.

Kunjungan ini merupakan bagian penting dari tahapan finalisasi dokumen Roadmap Transformasi Pendidikan yang tengah disusun sebagai pedoman pembangunan pendidikan jangka panjang di Kabupaten Manggarai Barat, sejalan dengan visi daerah menuju masyarakat yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

Dalam pertemuan di kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Dinas, jajaran pejabat struktural, serta perwakilan pengawas dan kepala sekolah, yang kemudian menggelar sesi diskusi intensif mengenai tata kelola pendidikan, inovasi kebijakan, dan penerapan sistem manajemen sekolah berbasis digital.

Baca Juga :  Tak Main-Main! PSI Manggarai Barat Siapkan Kekuatan Penuh Rebut 2029

Kepala Dinas PKO Manggarai Barat, Drs. Yohanes Hani, M.Pd, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan banyak pelajaran berharga.

“Pada kesempatan studi banding ini, dari Kadis dan Sekdis serta jajarannya, kami banyak mendapat masukan administratif dan substantif, berikut sharing praktik baik dalam mengelola ekosistem pendidikan. Masukan ini menjadi kontribusi berharga bagi penyempurnaan dokumen peta jalan yang sementara dalam fase finalisasi,” ujar Yohanes Hani kepada NTTNEWS.NET, pada Selasa (4/11).

Baca Juga :  Ini Bukan Konservasi! AWSTAR Serang Kebijakan Kuota di Taman Nasional Komodo

Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai daerah tujuan studi banding karena memiliki sistem pendidikan yang sudah maju, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi masyarakat.

“Kita tahu bahwa Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dengan kualitas pendidikan yang sangat baik. Banyak inovasi yang bisa kita pelajari dan sesuaikan dengan konteks lokal di Manggarai Barat,” tambahnya.

  • Bagikan