Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

30 Massa Bersenjata Penghancur Rumah Warga di Lembor Selatan Resmi Dipolisikan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251117 WA0295
Dalam kondisi masih gemetar dan penuh ketakutan, Pius Hadun (71), seorang petani lansia, memberanikan diri melangkah ke Polres Manggarai Barat pada Senin (17/11/2025) untuk melaporkan dugaan pengrusakan yang menghanguskan seluruh harta bendanya. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Tragedi memilukan kembali menyelimuti warga Kampung Wai Togo, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat.

Tiga rumah warga luluh lantak, tumpukan material bangunan dibakar, dan warga lansia menjadi saksi hidup atas amukan massa pada Sabtu, 15 November 2025.

Insiden ini bukan hanya menyisakan puing-puing rumah, tetapi juga luka psikologis yang mendalam.

Dalam kondisi masih gemetar dan penuh ketakutan, Pius Hadun (71), seorang petani lansia, memberanikan diri melangkah ke Polres Manggarai Barat pada Senin (17/11/2025) untuk melaporkan dugaan pengrusakan yang menghanguskan seluruh harta bendanya.

Baca Juga :  Wabup Yulianus Weng Resmi Membuka MTQ Kecamatan Komodo Ke-31

Laporan tersebut tercatat resmi dengan nomor LP/B/187/XI/2025/SPKT/POLRES MANGGARAI BARAT.

Dalam laporan dan kesaksiannya, Pius menggambarkan bagaimana sekitar 30 orang, yang diduga berasal dari Kampung Pela, datang menyerang kawasan Jl. Watu Waja RT/RW 001 secara brutal. Massa disebut membawa alat tajam seperti parang dan linggis.

IMG 20251117 WA0100
Rumah Warga Dihancurkan di Lembor Selatan, Kerugian Melonjak Ratusan Juta. (foto : isth).

“Kami benar-benar takut. Mereka datang ramai-ramai sambil merusak rumah sampai rata tanah. Kami tidak berani melawan karena mereka banyak dan membawa alat tajam,” ungkap Pius dengan suara bergetar saat ditemui di Polres Manggarai Barat, Senin sore.

Baca Juga :  Kapolda NTT Rotasi Perwira, Leo Marpaung Kini Pimpin Polairud Manggarai Barat

Ia bersama korban lainnya hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat mengamankan barang-barang berharga. Mereka menonton dari kejauhan rumah-rumah itu dihancurkan satu per satu.

Rumah milik Pius Hadun, yang masih dalam tahap pembangunan, hancur sepenuhnya. Tumpukan kayu bangunan yang sekaligus menjadi tempat penyimpanan uang tunai sebesar Rp16 juta ikut terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp75 juta.

Rumah milik adik sepupunya, Raimundus (72), mengalami kerusakan berat pada rangka, dinding, dan atap rumah, dengan estimasi kerugian sekitar Rp60 juta.

  • Bagikan