Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

30 Massa Bersenjata Penghancur Rumah Warga di Lembor Selatan Resmi Dipolisikan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251117 WA0295
Dalam kondisi masih gemetar dan penuh ketakutan, Pius Hadun (71), seorang petani lansia, memberanikan diri melangkah ke Polres Manggarai Barat pada Senin (17/11/2025) untuk melaporkan dugaan pengrusakan yang menghanguskan seluruh harta bendanya. (foto : isth).

Sementara itu, rumah milik Ignasius Rangsung (55) mengalami kerusakan pada bagian dinding depan yang roboh, dengan nilai kerugian diperkirakan Rp30 juta.

Kerugian keseluruhan dari tiga rumah tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp160 juta.

IMG 20251117 WA0099
Rumah Warga Dihancurkan di Lembor Selatan, Kerugian Melonjak Ratusan Juta. (foto : isth).

Dalam laporan polisi, nama Raimundus Labut disebut sebagai terlapor utama. Ia diduga hadir dan ikut memimpin kelompok massa saat aksi perusakan terjadi. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Manggarai Barat Resmi Buka Turnamen Voli Putri SMAN 2 Komodo CUP II

Pius berharap kepolisian bekerja cepat dan memberikan rasa keadilan bagi warga yang menjadi korban.

“Saya serahkan semuanya kepada polisi. Yang kami mau hanya keadilan dan kami bisa hidup tenang tanpa rasa takut,” tegasnya.

Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) atas kasus ini ditandatangani oleh Aipda Valentinus K. Suban, mewakili KA SPKT Polres Manggarai Barat.

Kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan kemudian.

Baca Juga :  Puskesmas Batu Cermin Capai Target Program Imunisasi dan KIA, Fokus Perkuat Layanan Ibu Hamil dan Anak

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak terlapor maupun aparatur pemerintah desa setempat.

Sementara itu, para korban masih dirundung trauma mendalam setelah menyaksikan rumah-rumah mereka dihancurkan secara brutal.

Mereka berharap aparat keamanan segera mengusut tuntas aksi pengrusakan yang bukan hanya menimbulkan kerugian material ratusan juta rupiah, tetapi juga meninggalkan luka batin yang sulit terhapus. **

  • Bagikan