Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

104 Kepsek Dilantik, Gubernur NTT Tegaskan Peran Kunci Pemimpin Pendidikan di Garda Terdepan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260325 205523
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, secara resmi melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Utama El Tari, Kupang, pada Rabu (25/3/2026), dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh pendidikan, serta undangan lainnya. (foto : isth).

KUPANG, NTTNEWS.NET – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, secara resmi melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Utama El Tari, Kupang, pada Rabu (25/3/2026), dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh pendidikan, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah momentum penting yang menandai dimulainya amanah besar bagi para kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di garda terdepan.

“Hari ini, Rabu (25/3/2026), saya melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Aula Utama El Tari. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan amanah besar bagi para kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di garis terdepan—tempat karakter, kompetensi, dan masa depan generasi muda NTT dibentuk setiap hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolres Mabar Bantah Anggotanya Terlibat Mafia BBM: "Tidak Ada Ruang Bagi Pelanggar Hukum"

Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah. Menurutnya, berbagai kebijakan strategis seperti pembangunan infrastruktur pendidikan, pembaruan kurikulum, hingga pelaksanaan program-program pendidikan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung kepemimpinan yang kuat dan visioner di tingkat satuan pendidikan.

“Saya menegaskan, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah. Berbagai kebijakan seperti pembangunan infrastruktur, pembaruan kurikulum, hingga program pendidikan tidak akan berdampak optimal tanpa kepemimpinan yang kuat di tingkat satuan pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran (instructional leader) yang harus memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif, relevan, dan berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan di NTT. Mulai dari kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah, keterbatasan akses pendidikan di daerah terpencil, hingga masih rendahnya capaian literasi dan numerasi siswa.

Baca Juga :  Dua WNA Spanyol Dievakuasi Tim SAR Gabungan di Perairan Pulau Padar

“Kita masih menghadapi tantangan serius, mulai dari kesenjangan mutu antarwilayah, keterbatasan akses, hingga rendahnya capaian literasi dan numerasi. Di sisi lain, perubahan dunia kerja menuntut lulusan yang adaptif dan kompetitif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menuntut adanya kepemimpinan berbasis kinerja yang terukur dan berdampak nyata. Indikator keberhasilan kepala sekolah, menurutnya, harus tercermin dari peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, penurunan angka putus sekolah, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

“Maka, kepemimpinan berbasis kinerja menjadi keharusan, yang terukur dari peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, menurunnya angka putus sekolah, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat,” lanjutnya.

  • Bagikan