Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Global Mengintai, Bupati Edi Endi Desak ASN Manggarai Barat Berbenah Total

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260330 161451
Peringatan tegas itu disampaikan Bupati Edistasius Endi saat memimpin Apel Kekuatan di halaman Kantor Bupati, Labuan Bajo, Senin (30/03/2026) pagi. (foto : isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Birokrasi di Manggarai Barat tidak boleh lagi bekerja dalam “gelembung nyaman”. Dinamika global yang kian tidak pasti kini mulai memberi dampak nyata hingga ke daerah, terutama terhadap ketersediaan logistik dan ketahanan fiskal.

Peringatan tegas itu disampaikan Bupati Edistasius Endi saat memimpin Apel Kekuatan di halaman Kantor Bupati, Labuan Bajo, Senin (30/03/2026) pagi. Di hadapan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN), ia menekankan pentingnya kepekaan membaca situasi global yang berdampak langsung pada daerah.

“Kalau kita tidak peka terhadap situasi global, maka kita harus siap dengan risiko yang akan kita tanggung,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua ASKAB PSSI Manggarai Barat Resmi Buka O2SN Gugus Puncak Eltari di SDI Nara

Menurut Bupati yang akrab disapa Edi Endi, stabilitas logistik dan keuangan daerah saat ini berada dalam bayang-bayang ketidakpastian dunia. Oleh karena itu, birokrasi dituntut untuk bekerja lebih adaptif, responsif, dan berorientasi hasil.

Ia juga menyoroti efektivitas kerja ASN. Praktik ketidakhadiran tanpa urgensi jelas, seperti pegawai yang justru berada di luar daerah saat memiliki tugas penting, menjadi perhatian serius.

“Jangan sampai ada yang ditugaskan menyelesaikan pekerjaan, tetapi justru berada di luar daerah tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Fokus terhadap percepatan program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lanjutnya, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama menjelang penyusunan laporan strategis seperti Laporan Evaluasi Program Strategis Nasional dan LPPD pada pertengahan tahun.

Baca Juga :  Gugatan Johanis Van Naput di Ujung Tanduk, Dasar Kepemilikan Dipertanyakan

Dalam arahannya, Bupati Edi Endi menegaskan bahwa perubahan budaya kerja harus dimulai dari penggunaan data yang akurat dan terintegrasi. Ia mengingatkan bahwa era pengambilan keputusan berbasis “perkiraan” sudah tidak relevan.

“Kalau kita tidak menggunakan data, kita akan bablas,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan utama selama ini bukan pada ketiadaan data, melainkan lemahnya koordinasi antarunit serta kuatnya ego sektoral.

  • Bagikan