Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rentenir Berkedok Koperasi Menggila, Bunga Tembus 60 Persen, Menteri UMKM Angkat Bicara

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
b1e49c10 439a 11f1 bc33 afe3fd6eb7cb
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran PNM, turun langsung ke Desa Pasir Panjang, Kepulauan Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (29/4/2026) siang. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, turun langsung ke Desa Pasir Panjang, Kepulauan Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (29/4/2026) siang.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat penerima manfaat program pembiayaan ultra mikro dan super mikro binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.

Dalam agenda tersebut, Menteri Maman didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran PNM, serta pemerintah desa setempat.

Kehadiran mereka bukan sekadar meninjau pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga memastikan bantuan pembiayaan benar-benar menjangkau masyarakat kecil, khususnya kaum ibu pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Menteri Maman mengungkapkan, dorongan peningkatan alokasi dana KUR untuk wilayah NTT dalam beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari inisiatif dan perhatian serius Gubernur NTT terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Capaian SPPG Ber-SLHS Meningkat Tajam, Waka BGN: Seluruh SPPG Harus Bersertifikat

“Teman-teman dari PNM, kemarin kita ada acara terkait mendorong peningkatan alokasi dana KUR untuk masyarakat di seluruh NTT. Itu semua didorong dan diinisiasi oleh Pak Gubernur, karena beliau melihat program KUR adalah salah satu program yang bisa menjawab tantangan dan solusi ekonomi kerakyatan di bawah,” ujar Maman.

Ia menjelaskan, komunikasi intensif yang dilakukan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat menjadi kunci dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di NTT, sehingga manfaat program KUR dapat dirasakan lebih merata.

Selain membahas KUR, Menteri Maman bersama rombongan juga berdialog langsung dengan para ibu-ibu nasabah PNM Mekaar di Desa Pasir Panjang.

Ia menilai kehadiran PNM sebagai salah satu ujung tombak pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem, yang kini menjadi perhatian utama Presiden Prabowo Subianto.

“Bagi kita, PNM adalah salah satu ujung tombak untuk mengatasi dan mengentaskan kemiskinan ekstrem yang sekarang menjadi harapan besar dari Presiden Pak Prabowo,” katanya.

Baca Juga :  Tugas Terakhir di Kementerian PKP, Brigjen Julisa Kawal Transparansi Program BSPS Demi Hunian Layak Rakyat

Menurutnya, kelompok masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem adalah mereka yang berada pada desil satu dan desil dua, yakni kelompok paling rentan yang membutuhkan intervensi nyata dari negara.

Dalam dialog tersebut, para nasabah PNM Mekaar menyampaikan berbagai pengalaman positif. Mereka mengaku program pembiayaan dan pendampingan yang diberikan sangat membantu menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

“Tadi kita berdialog langsung dengan ibu-ibu program Mekaar, dan mereka menyampaikan bahwa Alhamdulillah dengan program ini yang didorong oleh PNM, bisa membantu dan menjaga perekonomian mereka serta kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkapnya.

Menteri Maman menegaskan, program seperti ini harus terus diperluas dengan disertai evaluasi dan pengawasan ketat agar manfaatnya semakin besar dan tepat sasaran.

  • Bagikan