RUTENG, NTTNEWS.NET – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan. Brigjen Pol Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., Wakapolda Sulawesi Utara, menyalurkan bantuan bagi warga korban Gempa Flores, khususnya masyarakat terdampak di Desa Kakor dan Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana. Sebanyak 500 paket bantuan disalurkan dan didistribusikan di 10 titik yang tersebar di Desa Kakor dan Desa Bea Kakor.
Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok masyarakat, di antaranya beras, telur, mi instan, dan susu. Bantuan tersebut disalurkan melalui KOMPAK Community, sebuah komunitas pemuda yang berbasis di Desa Kakor, bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.
Kegiatan distribusi berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Warga yang terdampak gempa terlihat antusias mendatangi sejumlah titik pembagian bantuan. Selain menerima bantuan kebutuhan pokok, masyarakat juga mendapatkan dukungan lain yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Koordinator KOMPAK Community, Jefri Moa, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa paket sembako. Pihaknya juga menyediakan sejumlah perlengkapan pendukung untuk membantu warga menghadapi kondisi pascabencana.
“Selain paket bantuan di atas, kami juga membagikan terpal untuk tenda darurat bagi warga yang rumahnya rusak berat. Terpal juga disiapkan untuk tenda darurat di sekolah. Selain itu, ada Profi Tank atau tangki air di rumah adat untuk menampung air yang nantinya dapat digunakan bersama oleh warga ketika pasokan air mengalami kekurangan selama masa darurat ini,” ujar Jefri Moa.
Menurut Jefri, kebutuhan air menjadi salah satu persoalan yang harus mendapatkan perhatian, terlebih masyarakat juga tengah menghadapi kondisi musim kemarau. Karena itu, penyediaan tangki air di rumah adat diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air secara bersama-sama.
“Di tengah situasi bencana seperti ini, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tetapi juga air bersih, tempat berlindung dan kebutuhan dasar lainnya. Karena itu, kami berupaya agar bantuan yang disalurkan benar-benar menyentuh kebutuhan warga terdampak,” katanya.
Tidak hanya memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, relawan KOMPAK Community juga berusaha menghadirkan suasana yang lebih ceria bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana.
Dalam proses distribusi, anak-anak mendapatkan snack serta hiburan. Relawan terlihat berinteraksi dan memberikan semangat kepada mereka sehingga suasana pembagian bantuan tidak hanya berlangsung serius, tetapi juga menghadirkan keceriaan bagi anak-anak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian kemanusiaan, sebab anak-anak juga menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan moril setelah mengalami situasi bencana.
Kehadiran bantuan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Heri, salah seorang warga Desa Bea Kakor, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.
“Kami ucapkan terima kasih banyak atas bantuannya. Ini sangat berharga bagi kami dalam situasi bencana gempa ini. Semoga Bapak Jenderal Polisi sehat dan diberkati Tuhan selalu atas kebaikan hatinya,” ujar Heri.
Ungkapan serupa disampaikan Yan, warga Desa Kakor. Ia mengaku sangat senang karena masyarakat mendapat perhatian dari para donatur dan relawan di tengah kondisi sulit yang mereka alami.
“Kami sangat puas dan senang dengan bantuan ini. Perhatian dan kepedulian para donatur dan para relawan begitu berarti bagi kami. Ini menguatkan kami dalam situasi bencana ini. Sampaikan salam dan terima kasih kami kepada Bapak Jenderal. Terima kasih, terima kasih,” ujar Yan dengan penuh antusias.
Sementara itu, bantuan tangki air yang ditempatkan di rumah adat juga mendapat apresiasi dari masyarakat adat.
Robert, Tetua Adat Gendang Lait-Kakor, mengatakan tangki air tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama karena saat ini warga menghadapi musim kemarau sekaligus kondisi darurat pascagempa.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Profi Tank ini. Di tengah musim kemarau dan situasi bencana ini, tangki air ini sangat kami perlukan untuk menampung air dan dipakai bersama. Terima kasih banyak Bapak Jenderal dan Pak Edu Manto yang sudah memperhatikan kami,” ujar Robert.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









