LABUAN BAJO | NTTNEWS.NET – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Flores terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ruteng yang berkantor di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan pusat gempa di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kekuatan 7,7 magnitudo menimbulkan dampak luas di sejumlah wilayah. Guncangan dirasakan hingga Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Sikka/Maumere, hingga Manggarai Barat.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya memulihkan diri dari dampak bencana tersebut, KPP Pratama Ruteng turut hadir memberikan bantuan secara langsung kepada warga yang terdampak di Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Bantuan yang disalurkan berupa 20 karung beras dengan ukuran 5 kilogram per karung, 20 dus mi instan, serta empat buah terpal yang dapat digunakan warga sebagai perlengkapan tenda atau tempat perlindungan sementara.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan oleh lima orang perwakilan KPP Pratama Ruteng yang berkantor di Labuan Bajo. Mereka masing-masing Fadhly, Febria, Bayu, Gali, dan Adrian.
Kedatangan para perwakilan KPP Pratama Ruteng tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascagempa.
Pembagian bantuan dilakukan di sejumlah titik, baik di tenda pengungsian maupun langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak. Para petugas berupaya memastikan bantuan dapat diterima oleh seluruh warga yang membutuhkan.
Sebanyak 37 kepala keluarga (KK) atau warga terdampak di Desa Watu Wangka menerima bantuan tersebut. Dari jumlah itu, terdapat 16 KK yang mengalami dampak cukup parah dan juga mendapatkan bantuan paket sembako.

Kehadiran bantuan tersebut menjadi sangat berarti bagi warga yang masih dihantui rasa khawatir akibat gempa dan gempa susulan. Sebagian warga masih memilih bertahan di tempat yang lebih aman karena khawatir kembali terjadi guncangan.
Bantuan berupa beras dan mi instan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan warga untuk beberapa waktu, sementara terpal dapat dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan darurat bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan atau belum merasa aman untuk kembali ke dalam rumah.
Kepala Desa Watu Wangka, Ismail Kardi, didampingi perangkat dan staf desa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pajak, khususnya KPP Pratama Ruteng yang berkantor di Labuan Bajo, karena telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Desa Watu Wangka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









