Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tak Gentar Tembus Medan Berat! Bea Cukai Labuan Bajo Bawa Sembako, Terpal dan Harapan untuk Pendidikan Anak

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
890a8170 acf8 11f1 9264 1fa54ddfcd8c
Tak Gentar Tembus Medan Berat! Bea Cukai Labuan Bajo Bawa Sembako, Terpal dan Harapan untuk Pendidikan Anak. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Di tengah keterbatasan dan duka yang masih dirasakan masyarakat pascagempa bumi Flores yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) lalu, kepedulian terus mengalir dari berbagai pihak.

Kali ini, Bea Cukai Peduli bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) DJBC Peduli Gempa Flores-NTT melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, turun langsung menyambangi masyarakat terdampak gempa di Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling.

Bantuan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menyentuh kebutuhan pendidikan anak-anak yang turut terdampak bencana.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Labuan Bajo menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di tiga kampung, yakni Kampung Lalang, Kampung To’e dan Kampung Jawok.

Bantuan yang diberikan berupa 50 dus mi instan, 50 dus minyak goreng dan 50 karung beras. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang hingga kini masih berusaha bangkit dari situasi sulit setelah gempa.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak, bantuan tersebut bukan sekadar beras, minyak goreng maupun mi instan. Di tengah kondisi serba terbatas, bantuan yang datang menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Pilkada Rp28 Miliar Diusut! Sekretaris KPU Mabar Terungkap Rangkap PPK

Tak hanya membantu masyarakat, Bea Cukai Labuan Bajo juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.

Sebanyak 16 lembar terpal disalurkan untuk mendukung kebutuhan tenda darurat kegiatan belajar mengajar di empat sekolah, yakni SDK Roe di Desa Cunca Lolos, SDI Nara di Desa Watu Galang, SDN Bambor di Desa Watu Wangka dan SDK Dencang di Watu Wangka.

Masing-masing sekolah menerima empat terpal.

Selain terpal, Bea Cukai Labuan Bajo juga membagikan bantuan susu untuk anak-anak sekolah. Sebanyak 20 dus susu disalurkan dan dibagikan masing-masing lima dus kepada setiap sekolah.

Bantuan tersebut menjadi sangat berarti mengingat sebagian anak-anak di wilayah terdampak harus menjalani proses belajar dalam situasi yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana.

Gempa bukan hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga meninggalkan rasa takut dan trauma. Aktivitas masyarakat terganggu, sementara anak-anak harus tetap berusaha belajar di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi lingkungan yang belum normal.

Untuk mencapai lokasi sekolah dan permukiman warga, rombongan Bea Cukai Labuan Bajo bahkan harus menghadapi medan yang tidak mudah.

Baca Juga :  PSSI Cup II Manggarai Barat Tuntas, Upenk Serukan Sportivitas dan Kebangkitan Sepak Bola Mabar

Jalan yang rusak parah serta sejumlah aliran kali yang harus dilewati menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah rombongan untuk membawa bantuan hingga ke lokasi yang membutuhkan.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Kepala KPPBC TMP C Labuan Bajo, Syahirul Alim, bersama lima orang staf Bea Cukai Labuan Bajo.

Mereka memilih datang langsung agar bantuan yang telah disiapkan benar-benar dapat diterima oleh masyarakat dan sekolah yang membutuhkan.

Perjalanan melewati jalan rusak dan medan yang sulit justru menjadi bagian dari perjuangan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga di wilayah yang terdampak.

Kepala KPPBC TMP C Labuan Bajo, Syahirul Alim, mengatakan perjalanan menuju lokasi memang cukup menantang. Namun, rasa kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa menjadi alasan utama pihaknya tetap berupaya hadir secara langsung.

“Pembagian sembako untuk masyarakat dan pembagian terpal untuk kebutuhan sekolah hari ini cukup menantang karena harus melewati jalan yang rusak parah dan melewati kali untuk bisa tembus di sekolah yang kami kunjungi,” ujar Syahirul Alim, Kamis (10/9/2026).

  • Bagikan