Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tiga Tahun Menahan Derita, Warga Cunca Wulang Manggarai Barat Butuh Uluran Kasih Untuk Pengobatan

Kontributor : Redaksi Editor: Tim Redaksi
  • Bagikan
8c36dcb0 b0de 11f1 beaa a3b5bf5593c5
Fransiskus Xaverius Boy Bersama Istrinya Yasinta Firma Serta Anaknya. (foto : Dok. Isth).

LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Di tengah keterbatasan ekonomi dan kehidupan sebagai seorang petani, Fransiskus Xaverius Boy, warga Kampung Meleng, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menjalani hari-hari penuh penderitaan akibat penyakit yang dideritanya.

Selama kurang lebih tiga tahun, Fransiskus harus menahan sakit akibat luka serius pada bagian kakinya. Kondisi tersebut tidak kunjung mendapatkan penanganan medis secara optimal karena keterbatasan biaya yang dialami keluarganya.

Luka tersebut awalnya hanya berupa pembengkakan kecil di bagian kaki, tepatnya di antara jari kelingking dan jari manis. Namun, seiring berjalannya waktu, pembengkakan tersebut pecah dan mengeluarkan nanah.

Sejak saat itu, luka semakin membesar dan hingga kini belum mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Kondisi Fransiskus bukan hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi beban berat bagi keluarganya. Sebagai kepala keluarga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari bertani, dirinya tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membiayai pengobatan maupun tindakan operasi yang diperlukan.

Baca Juga :  Tak Gentar Tembus Medan Berat! Bea Cukai Labuan Bajo Bawa Sembako, Terpal dan Harapan untuk Pendidikan Anak

Keluarga pun terpaksa melakukan pengobatan seadanya menggunakan obat tradisional karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk mendapatkan perawatan secara rutin.

Filemon Balada Sentosa, keluarga dekat Fransiskus, mengatakan kondisi ekonomi keluarga tersebut sangat memprihatinkan. Menurutnya, keluarga Fransiskus saat ini benar-benar membutuhkan bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak.

“Keluarga kami sangat membutuhkan uluran kasih dari semua orang baik. Kondisi Fransiskus sudah berlangsung kurang lebih tiga tahun dan sampai sekarang belum mendapatkan penanganan yang layak karena keterbatasan biaya,” ujar Filemon, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga :  Kasus Dana Hibah Pilkada Mabar Rp28 Miliar Masuk Babak Penyidikan, Kantor KPU Digeledah! Puluhan Dokumen Diamankan

Ia menjelaskan, Fransiskus hidup bersama istrinya, Yasinta Firma, serta tiga orang anak. Anak pertama saat ini duduk di bangku sekolah menengah atas (SMK Negeri 1 Komodo), anak kedua masih duduk di kelas 5 sekolah dasar, sementara anak ketiga masih berusia sekitar 1 tahun 8 bulan.

0df1c4e0 b0df 11f1 beaa a3b5bf5593c5
Tiga Tahun Menahan Derita, Warga Cunca Wulang Manggarai Barat Butuh Uluran Kasih Untuk Pengobatan. (foto : Dok. Isth).

Kondisi yang dialami Fransiskus turut berdampak terhadap kehidupan pendidikan anak-anaknya.

Filemon menuturkan, anak kedua Fransiskus bahkan sempat tidak masuk sekolah karena harus membantu sang ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Anak keduanya sempat tidak sekolah karena harus membantu ibunya memenuhi kebutuhan keluarga. Ini yang membuat kami sangat prihatin. Di satu sisi mereka membutuhkan biaya untuk pengobatan, tetapi di sisi lain kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak juga harus dipenuhi,” katanya.

  • Bagikan