LABUAN BAJO, NTTNEWS.NET – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan pelayanan kesehatan kembali ditunjukkan melalui respons cepat Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.
Wakil Bupati Yulianus Weng langsung merespons kondisi Fransiskus Xaverius Boy, warga Kampung Meleng, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama kurang lebih tiga tahun harus menahan penderitaan akibat luka serius pada bagian kakinya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Fransiskus yang sehari-hari bekerja sebagai petani harus menjalani hidup dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan. Luka yang dideritanya semakin membesar dan mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
Kabar mengenai kondisi Fransiskus tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati Manggarai Barat. Tidak menunggu waktu lama, Yulianus Weng mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Puskesmas Warsawe untuk memastikan Fransiskus segera mendapatkan penanganan medis.
“Tks ase infonya. Barusan saya telepon Kapus Warsawe, besok pasien ini dibawa ke RS Komodo untuk dirawat inap dan mendapatkan pelayanan,” ujar Yulianus Weng.
Tidak hanya memastikan pasien mendapatkan perawatan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga menyatakan akan mengambil tanggung jawab terhadap pembiayaan pengobatan Fransiskus.
“Biaya urusan Pemda,” tegas Weng.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi keluarga Fransiskus yang selama ini dihimpit persoalan ekonomi. Dengan adanya perhatian pemerintah daerah, keluarga tidak lagi harus menghadapi persoalan biaya sendirian dalam upaya mendapatkan pengobatan bagi Fransiskus.

Fransiskus Xaverius Boy telah mengalami luka serius pada bagian kakinya selama kurang lebih tiga tahun. Luka tersebut pada awalnya hanya berupa pembengkakan kecil yang muncul di bagian kaki, tepatnya di antara jari kelingking dan jari manis.
Namun, kondisi tersebut kemudian semakin memburuk. Pembengkakan yang semula terlihat kecil akhirnya pecah dan mengeluarkan nanah. Seiring berjalannya waktu, luka semakin membesar dan tidak kunjung mendapatkan penanganan medis secara optimal.
Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu kendala utama yang membuat Fransiskus dan keluarganya kesulitan memperoleh pengobatan secara rutin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









